"Yang penting punya kemampuan kepemimpinan. Dan kedua mempunyai popularitas elektabilitas. Untuk gender tidak masalah," jawab Emil sapaan akrab pria berkaca mata itu saat ditemui detikcom di Pendopo Kota Bandung, Senin (4/9/2017).
Dua modal tersebut, kata Emil, sangat diutamakan. "Jadi kalau saya sakit atau ada apa-apa, yang nomor duanya kan bisa memimpin juga. Tapi kalau dia punya (jiwa) kepemimpinan, tidak punya elektabilitas susah juga," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu calon idaman tersebut adalah Wali Kota Bogor Bima Arya. Namun Emil memaklumi jika Bima Arya enggan mendampinginya maju di Pilgub Jabar 2018 ini karena masih terpikir akan warga Kota Bogor.
"Dalam perbincangan terlihat kegalauannya. Karena Kang Bima mengatakan ke saya PR-PR di Bogor ini banyak yang belum selesai sehingga butuh waktu untuk mempertimbangkannya. Kang Bima tidak jadi itu bukan semata-mata tidak mau, tapi lebih karena Bogor-nya. Bukan karena atensi atau pun kesempatan politik," beber Emil. (avi/avi)











































