DetikNews
Selasa 29 Agustus 2017, 12:08 WIB

Warga Tolak Aktivitas Tambang Pasir Besi di Tegalbuleud Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikNews
Warga Tolak Aktivitas Tambang Pasir Besi di Tegalbuleud Sukabumi Warga tolak aktivitas tambang pasir besi di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah)
Sukabumi - Polres Sukabumi menggelar rapat koordinasi penanganan tambang pasir besi di wilayah Sukabumi Selatan. Acara dihadiri sejumlah unsur Pemkab Sukabumi dan puluhan warga Kecamatan Tegalbuleud.

Kegiatan rapat tersebut berlangsung di Gedung Negara Pendopo Sukabumi, Jalan Ahmadyani, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (29/8/2017). Warga yang hadir ke tempat rapat membawa berbagai tulisan berisi penolakan aktivitas tambang pasir besi di wilayahnya.

Selain kerap menimbulkan beragam polusi, warga menilai aktivitas tambang juga tak memenuhi kesepakatan. "Banyak janji manis dari perusahaan, katanya janji mereka pengiriman lewat laut tapi ternyata lewat darat. Ini fakta sudah hampir dua tahun mereka beroperasi lewat darat. Di tempat itu ada dua perusahaan yang beroperasi," kata Tarno Asobar (50), warga Kampung Cibereum, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud.
Warga Tolak Aktivitas Tambang Pasir Besi di Tegalbuleud SukabumiWarga tolak aktivitas tambang pasir besi di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah)
Tarno yang mengaku datang atas inisiatifnya sendiri itu mengungkap jika tambang pasir besi membuat rumah warga retak akibat getaran peralatan tambang. "Jarak kalau dari perkampungan hanya sejauh 20 meter, karena mereka juga pasang tembokan ke jarak tembok itu hanya sejauh 2 meter. Saya yang paling dekat," ujarnya.

"Saya meminta pemerintah daerah, propinsi dan pusat untuk mengkaji kembali perizinan mereka itupun kalau mereka mengantongi izin. Karena jujur saja, sebagai masyarakat kami tidak pernah memberikan izin tentang aktivitas mereka," kata Tarno menambahkan.

Kabag Humas Polres Sukabumi AKP Sunarto membenarkan jika rapat kordinasi tersebut memang diinisiasi oleh polres. Hal itu berdasarkan surat yang dikirimkan oleh Gerakan Bersama Penyelamatan Asset Pesisir (Geber Pasir).

"Tindak lanjut pak Kapolres dari surat yang dilayangkan dari komunitas Geber Pasir pada 31 Juli lalu. Kepolisian menjaring informasi tersebut bersama dengan pemerintah daerah," kata Sunarto.
(bbn/bbn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed