Kapolres Karawang AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatakan polisi menghadapi kendala dalam proses penyelidikan. Salah satunya minim saksi di lapangan.
"Kami minim informasi yang bisa dijadikan keterangan saksi," ujar Ade saat ditemui detik di pos pengamanan libur panjang Idul Adha, rest area KM 57 tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Senin (28/8/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Korban diduga diperkosa sebelum dieksekusi pelaku. Selain itu, satu unit telepon genggam milik Omah raib.
Ade berharap masyarakat mau memberikan informasi kepada polisi. "Sekeras apa pun kita bekerja di lapangan, namun masyarakat tak peduli memberikan informasi. Padahal yang bisa disidik itu bila ada barang bukti dan saksi," ujarnya.
Polisi menggali informasi dan petunjuk lainnya guna mengusut kasus pembunuhan keji ini. Ade menyiapkan strategi agar masyarakat sekitar tempat kejadian perkara (TKP) berani bersaksi.
"Kami siap melakukan pemeriksaan di tempat. Masyarakat di dekat TKP tidak perlu ke kantor polisi. Jadi tidak perlu takut," kata Ade.
Baca juga: Polisi Selidiki Motif Pembunuhan Janda di Karawang
Dua saksi sudah didengar keterangannya oleh polisi berkaitan insiden maut tersebut. Salah satunya, Ade Supriatna (23), yang mengaku kepada polisi mendengar suara mencurigakan di kediaman Omah.
Sang janda pemilik warung itu tewas bersimbah darah tanpa busana di dalam kamar rumahnya, Dusun Sambang RT 02, RW05, Desa Belendung, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Kamis (24/8). Saat Omah dibunuh pada Kamis siang, sambung Ade, situasi tidak terlalu sepi. Bahkan di dekat TKP berdiri sejumlah warung yang beroperasi hingga larut malam.
Mantan Kapolres Cimahi ini menduga warga setempat sedikitnya mengetahui orang yang menyambangi warung Omah pada hari kejadian. "Saya duga tetangga pasti ada yang tahu, karena itu kan tempat umum ya," ujar Ade. (bbn/bbn)











































