Para tukang cukur tersebut berasal dari Komunitas Barber School Abah Ada Suhana dan Abah Atrox. Mereka berbagi ilmu mencukur bagi para siswa di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Qudsiyah 2, Kecamatan Sukaresmi, Garut, Rabu (23/8).
Ana Suhana pendiri komunitas tersebut mengatakan selain mengenalkan profesi tukang cukur pada generasi muda, kedatangan mereka tersebut juga menjelaskan agar para siswa sekolah dasar ini tidak malu jika kelak berprofesi sebagai tukang cukur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam acara ini, para tukang cukur ini juga menggelar cukur gratis bagi para siswa MI Al-Qudsiyah 2 Garut. "Kita juga mengajarkan kepada para siswa agar selalu rapi dan bersih saat masuk sekolah," ungkap pria yang akrab disapa Bah Ada ini.
Kegiatan ini rutin di lakukan oleh Komunitas Barber School Abah Ada Suhana dan Abah Atrox. Mereka berkeliling ke sejumlah sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA) di Garut setiap satu bulan sekali.
"Saya berharap agar ada generasi penerus tukang cukur dari Garut yang handal. Saya ingin anak-anak tidak malu menjadi tukang cukur. Apalagi presiden juga tukang cukurnya dari Garut," pungkasnya.
Foto: Hakim Ghani |
Kegiatan ini pun mendapat respons yang positif dari guru dan para siswa di MI Al-Qudsiyah 2.
"Ini sangat baik. Tujuannya kan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa supaya lebih rapi dan meningkatkan semangat belajar siswa. Karena setelah dicukur rambut, siswa jadi lebih segar dan siap untuk belajar," ungkap salah seorang guru MI Al-Qudsiyah 2 Rahman Sidik di tempat yang sama.
Foto: Hakim Ghani |












































Foto: Hakim Ghani
Foto: Hakim Ghani