Baca juga: Cerita Perubahan Perilaku Kakak-Adik Asal Sukabumi Sebelum Hilang
Kedua perempuan asal Sukabumi, Jawa Barat, itu tidak ada kabar sejak 8 Agustus 2017. "Kertas sebanyak enam lembar ini diberikan teman satu kantornya Neng Vinda. Ada denah dan transaksi Grab Car atas nama Syaima. Saya tidak tahu siapa itu Syaima," kata Dewi saat ditemui detikcom di rumahnya Kampung Sukaresmi, Desa Bojongkerta, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (21/8/2017).
Salinan isi email diduga punya Neng Vinda. (Foto: Syahdan Alamsyah) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Isi email diduga punya mahasiswi semester 5 di STAI Sukabumi membahas ragam hal. Ada pembahasan tentang khilafah, ada pula ajakan tentang berjihad. Semua komunikasi lewat email itu terekam jelas berikut nama pengirim dan penerima. Diduga pembicaraan tersebut menggunakan email perusahaan tempat Vinda bekerja.
Satu percakapan paling rutin ialah kiriman email kepada banyak penerima dari seseorang bernama Abu Usamah JR. Terdapat pesan lampiran berformat PDF dengan subjek atau judul berbeda.
Dewi Belawati (41) memperlihatkan salinan denah yang diduga jadi tempat tujuan kedua putrinya yang dilaporkan hilang. (Foto: Syahdan Alamsyah). |
Dewi sudah melaporkan kehilangan dua anaknya tersebut ke polisi. Hingga kini polisi masih menyelidiki dan melacak jejak Vinda dan Silviana. "Saya makin takut, khawatir anak saya terbawa kelompok yang bukan-bukan, apalagi sampai di kegiatan terorisme. Saya berharap keduanya pulang dengan selamat. Siapa pun yang membawa, tolong kembalikan anak-anak saya," tutur Dewi.
Baca juga: Perempuan Kakak-Adik di Sukabumi Hilang, Sempat Ajak Ibu Berjihad (bbn/bbn)












































Salinan isi email diduga punya Neng Vinda. (Foto: Syahdan Alamsyah)
Dewi Belawati (41) memperlihatkan salinan denah yang diduga jadi tempat tujuan kedua putrinya yang dilaporkan hilang. (Foto: Syahdan Alamsyah).