"Hari ini kita launching kurikulum untuk MT. Dari kurikulum itu ibu-ibu tidak hanya menjadi murid mengaji, tapi nantinya bisa jadi guru juga," ujar Wali Kota Bandung Ridwan Kamil saat ditemui di Masjid Agung Al Ukhuwah, Senin (21/8/2017).
Bagi pria yang akrab disapa Emil itu, ibu-ibu di MT harus bisa berinovasi. "Hancur dan majunya sebuah bangsa lahir dari seorang ibu. Untuk itu harus berinovasi agar kita menjadi bangsa juara," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tatang menjelaskan kurikulum tersebut dibuat oleh Kemenag Kota Bandung dan akan dikelola oleh para penyuluh agama yang tersebar di 30 kecamatan. Namun hingga saat ini baru terbentuk di tujuh kecamatan.
"Kurikulum ini intinya baca tulis Alquran. Kapasitasnya hanya pemberantasan buta baca dan tulis Alquran. Jadi nanti datang ke MT tidak selesai di situ saja, tapi minimal bisa mengajarkan ke anak-anaknya menggunakan rujukan yang ada," beber Tatang.
Nantinya tidak hanya terpusat perkecamatan namun bisa meluas hingga MT yang berada di kelurahan, RW, bahkan hingga ke tingkat RT. Untuk sementara waktu proses transfer ilmu yang bernama program Majelis Taklim Konversi Diniyah (MTKD) itu terpusat di Masjid Agung Al Ukhuwah setiap hari Senin dan Kamis. (avi/avi)











































