DetikNews
Jumat 18 Agustus 2017, 12:19 WIB

Foto TKW Sukabumi Berdarah di Medsos Diunggah Tetangga Majikannya

Syahdan Alamsyah - detikNews
Foto TKW Sukabumi Berdarah di Medsos Diunggah Tetangga Majikannya Foto: Istimewa
Sukabumi - Foto seorang TKW bernama Nenih Rusmiyati yang tampak berdarah-darah viral di media sosial beberapa waktu lalu. Rupanya foto tersebut diambil sekitar 6 bulan lalu oleh tetangga rumah majikan Nenih.

Pengunggah foto TKW asal Kampung Pasir Pogor, RT 09 RW 02, Desa/Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi itu juga mencantumkan nomor telepon miliknya.

"Pihak yang menyebarkan foto itu ke medsos diketahui berstatus tetangga rumah korban dan foto itu diambil 6 bulan yang lalu. Dari dialek dan gaya bahasanya dia berkewarganegaraan Arab Saudi, tidak lama setelah postingannya viral dan ramai di media nomor ponsel yang ada di status medsos itu tidak lagi bisa dihubungi," kata Ali Iskandar, Sekretaris Disnakertrans Kabupaten Sukabumi kepada detikcom di kantornya Jalan Pelabuhan II, Jumat (18/8/2017).

Disebut Ali, kemungkinan si penyebar merasa privasinya terganggu begitu juga dengan keselamatannya. "Pemosting ini hanya menyampaikan tidak ingin terlibat lebih jauh karena keselamatannya juga terancam, informasi ini kami dapat dari KJRI Jeddah yang sudah melakukan penelusuran," lanjut Ali.

Sementara itu, melalui pesan singkatnya Jejen Nurjanah, Ketua Serikat Buruh Migran (SBMI) Jawa Barat memberikan keterangan hasil penelusuran pihak KJRI Jeddah. Berikut isi keterangan tersebut ;

Ini Tulisan dari WA Bpk RAHMAT AMING Fungsi Konsul 2 KJRI Jeddah

Terkait dengan kasus WNI/TKI an Nenih Rusmini bt Eman yang viral di media sosial dengan ini disampaikan tindak lanjut sebagai berikut:

1. Tim KJRI Jeddah berhasil menghubungi nomor yang tercantum di medsos namun diinformasikan bahwa nomor tersebut bukan milik Nenih. Pemilik nomor adalah seorang perempuan Arab yang tidak bersedia disebutkan namanya.

2. Ybs hanya menyampaikan bahwa dirinya pernah melihat Nenih dalam kondisi seperti dalam medsos 6 bulan yang lalu (foto lama). Menurutnya kemungkinan kondisinya saat ini sudah berubah ke arah lebih baik.

3. Pemilik nomor mengaku bukan majikannya dan dia pernah menginformasikan perihal Nenih kepada anaknya (keluarga) di Indonesia sebagai bentuk bantuan saja.

4. Ybs menyampaikan bahwa dirinya tidak mau terlibat lebih jauh terkait kasus Nenih dan kemudian tiba-tiba teleponnya mati (tidak bisa dihubungi lagi).

5. Tim KJRI telah menunjuk petugas untuk mengawal kasusnya bekerja sama dengan anggota satgas di kota Thaif. Dan mengingat minimnya data, Tim terus mencoba menggali informasi yang meliputi keberadaan Nenih dan kasus yg menimpanya. Jika dipandang perlu Tim akan langsung bergerak ke TKP.


(avi/avi)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed