"Tim akan memeriksa kesehatan hewan kurban sebelum dipotong," ucap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan KP) Kota Bandung Elly Wasliah di kantor Distan KP di Jalan Arjuna, Kota Bandung, Jabar, Rabu (16/7/2017).
Baca juga: Sapi Mengamuk Saat Diperiksa Melukai Seorang Petugas
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim ini fokus memeriksa kondisi hewan kurban. Dikhawatirkan hewan yang dijual tidak memenuhi syarat seperti belum cukup umur atau sakit. Kami tidak memungkiri masih ada pedagang hewan kurban yang memasarkan atau menjual hewan kurbannya belum cukup umur, itu nanti ketahuannya," ujar Elly.
Kepala Distan KP Kota Bandung Elly Wasliah. (Foto: Dony Indra Ramadhan) |
"Kami ingin melihat betul apakah dari aspek kesehatan dan syariat Islam sudah layak. Jadi kami tidak sembarangan," kata Elly.
Selain tim Ante Mortem, Distan KP juga membentuk tim Post Mortem. Tim ini akan bergerak saat hari pemotongan untuk mengecek daging hewan kurban yang sudah disembelih.
"Mereka bekerja dan mendatangi tempat-tempat pemotongan untuk melihat apakah daging dari hewan kurban yang dipotong itu tidak terkena penyakit, misalkan penyakit hati atau ada cacing hati," tuturnya.
Berdasarkan pengalaman tahun lalu, menurut dia, banyak ditemukan daging hewan kurban yang mengandung penyakit. Untuk daging sapi seberat 11,75 kilogram dan daging kambing 21 kilogram yang dibuang lantaran terdapat cacing hati.
"Sehingga tahun ini kita menerjunkan lagi tim untuk memeriksa daging hewan kurban," ujar Elly. (bbn/bbn)











































Kepala Distan KP Kota Bandung Elly Wasliah. (Foto: Dony Indra Ramadhan)