Bocah Tewas di Sekolah, Mensos Bahas Konten Bahaya Kekerasan Medsos

Bocah Tewas di Sekolah, Mensos Bahas Konten Bahaya Kekerasan Medsos

Syahdan Alamsyah - detikNews
Jumat, 11 Agu 2017 14:04 WIB
Mensos Khofifah (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Mensos Khofifah (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Mensos Khofifah meminta pengguna media sosial (medsos) agar tidak membagikan tayangan kekerasan. Khawatir berdampak negatif kepada anak-anak.

Hal ini disampaikan Mensos Khofifah saat menyambangi kediaman keluarga SR bocah yang tewas karena diduga adanya aksi kekerasan di sekolah Jumat (11/8/2017) siang.

"Kepada pengguna medsos diharapkan untuk melakukan langkah saring sebelum 'sharing' budayakan seperti itu. Karena sekarang anak-anak dengan mudah bisa mengakses medsos, ketika ada video atau postingan yang mengumbar kekerasan itu bisa berpengaruh buruk kepada anak," kata Khofifah di rumah duka, Kampung Citiris, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Sukabumi, Jawa Barat.

Khofifah mencontohkan tayangan kekerasan di televisi sudah ada beberapa yang dilarang, termasuk tayangan gulat bebas 'Smack Down' yang akhirnya dilarang tayang oleh pihak pemerintah melalui KPI.

"Persoalan selanjutnya adalah medsos ini, ketika sering dilihat seolah menjadi hal yang biasa. Semakin lama semakin viral tayangan kekerasan akhirnya menjadi kebiasaan, secara tidak sadar akan mempengaruhi pemikiran diri sendiri dan lingkungan seolah kekerasan itu hal yang biasa, lebih baik saring sebelum sharing, share yang produktif dan saring yang tidak bermanfaat," lanjutnya.

Dirumah duka, Khofifah sempat mendengarkan curhatan Ijah (40) ibunda dan Abdulrohim kakak tiri SR. Sekitar 1,5 jam di tempat itu, rombongan mensos sempat berziarah ke makam SR lalu kembali ke Jakarta. (avi/avi)