detikNews
Jumat 11 Agustus 2017, 13:38 WIB

Mensos Khofifah Datangi Rumah Keluarga Bocah SR yang Tewas di Sekolah

Syahdan Alamsyah - detikNews
Mensos Khofifah Datangi Rumah Keluarga Bocah SR yang Tewas di Sekolah Khofifah berkunjung ke rumah orang tua SR (Foto: Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menyambangi kediaman SR bocah berusia 8 tahun yang diduga mengalami kekerasan di sekolah.

Bersama rombongan, Khofifah tiba di Kampung Citiris, Desa Hegarmanah, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sekitar pukul 10.00 WIB, Jumat (11/8/2017).

Khofifah yang datang didampingi Kapolres Sukabumi AKBP M Syahduddi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi Maman Abdurahman ditemui Ijah (40) ibunda korban, Apud (60) ayah tiri korban dan Abdulrohim kakak tiri.
Sampaikan Duka Cita, Mensos RI Datangi Rumah Keluarga SR di SukabumiFoto: Syahdan Alamsyah

Dihadapan keluarga, Khofifah mengucapkan rasa duka cita atas peristiwa yang menimpa SR.

"Masih kerasa bu, anak saya sehat-sehat aja beli layangan karena niatnya mau main layangan sepulang sekolah. Begitu dapat kabar anak saya pingsan kebayang kagetnya gimana," kata Ijah menceritakan kejadian yang menimpa putranya kepada Khofifah.

Dengan mimik serius Khofifah mendengarkan curhatan ibunda korban sesekali dia meraih bahu Ijah. "Cukup anak saya, jangan peristiwa seperti ini terjadi lagi," lirih Ijah.

Kepada sejumlah wartawan Khofifah menyebut jika proses meninggalnya SR sudah ditangani pihak kepolisian, begitu juga penanganan penyidikan sudah ditangani oleh polisi.

"Kami hadir di sini karena ada direktur anak, itu ada direktorat sendiri. Yang kedua itu ada direktorat bencana sosial dan niat kami kesini untuk takdziah kepada keluarga sebagai porsi kami dari kementrian sosial," kata Khofifah terkait kedatangannya ke rumah duka.

Menanggapi peristiwa yang terjadi kepada SR, Khofifah meminta ada sinergitas antara Kepala Sekolah dan Guru agar setiap murid bisa termonitor dengan baik.

"Bagaimana perubahan sikap perilaku anak bisa termonitor kalau guru kelasnya itu efektif. Kejadian yang menimpa ananda SR ini kebetulan berada di lingkungan sekolah dan harus menjadi tanggung jawab pihak sekolah. Karena itu saya berpesan hindari aksi kekerasan di sekolah dalam bentuk apapun," lanjut dia.

Bentuk kekerasan dijelaskan Khofifah bisa berbentuk lisan, fisik dan melalui media sosial.

"Hal-hal itu bisa disebut bagian dari perundungan atau Bullying, masing-masing dari kita punya tanggung jawab jangan sampai terulang kembali saya mengajak khususnya juga kepada orang tua untuk meningkatkan bimbingan, pengawasan serta perlindungan kepada anak-anak mereka," tutupnya.

Dari rumah duka diantar ibunda SR, Khofifah dan rombongan kemudian melakukan ziarah ke makam korban.


(avi/avi)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com