Kata Polisi soal Pemeriksaan Forensik Bocah Tewas di Sekolah

Kata Polisi soal Pemeriksaan Forensik Bocah Tewas di Sekolah

Syahdan Alamsyah - detikNews
Kamis, 10 Agu 2017 18:13 WIB
Kapolres Sukabumi AKBP M Syahduddi bertemu keluarga SR. (Foto: Syahdan Alamsyah)
Kapolres Sukabumi AKBP M Syahduddi bertemu keluarga SR. (Foto: Syahdan Alamsyah)
Kabupaten Sukabumi - Kapolres Sukabumi AKBP M Syahduddi meminta masyarakat tidak menyebarkan isu liar terkait penyebab meninggalnya SR (8). Bocah lelaki kelas dua SD tersebut meninggal diduga akibat bertikai dengan teman sekelasnya di sekolah. Polisi berjanji obyektif menangani perkara ini.

"Ada juga keterangan keluarga yang menyebut jika korban SR mengalami tindakan kekerasan sebelum meninggal dunia. Namun berdasarkan pemeriksaan forensik ternyata hal itu tidak terbukti," kata Syahduddi saat ditemui di rumah SR, Kampung Citiris, Desa Hegarmanah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (10/8/2017).

Baca juga: Kapolres Sukabumi Sambangi Rumah Bocah yang Tewas di Sekolah

Dia menjelaskan jika hasil pemeriksaan forensik sementara memang ada bekas luka memar di pelipis kiri SR. Namun menurutnya, hal itu perlu dipastikan lagi apakah karena lemparan atau akibat SR terjatuh.

"Luka memang ada tapi hal itu bukan penyebab korban meninggal dunia. Maka dari itu tim forensik akan memeriksa lebih dengan cek laboratorium. Hasilnya dua minggu baru bisa diketahui," tutur Syahduddi.

Baca juga: Keluarga Menyebut SR Kerap Dapat Kekerasan dari Temannya

Meninggalnya SR membetot perhatian masyarakat secara luas. Perlu diingat, tegas Syahduddi, bahwa saksi, korban dan terduga pelaku masih anak di bawah umur.

"Penanganannya akan berbeda dengan pidana umum lainnya. Kita berpatokan kepada proses anak yang berhadapan dengan hukum. Keluarga korban juga saya lihat sangat mendukung proses penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Jadi saya harap tidak ada informasi yang membuat kabur fakta sebenarnya," ucap Syahduddi.

[Gambas:Video 20detik]

(bbn/bbn)