BPJS Ketenagakerjaan Bagikan Alat Bantu Bagi 160 Disabilitas di Jabar

BPJS Ketenagakerjaan Bagikan Alat Bantu Bagi 160 Disabilitas di Jabar

Mochamad Solehudin - detikNews
Selasa, 08 Agu 2017 17:02 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Bagikan Alat Bantu Bagi 160 Disabilitas di Jabar
Foto: Mochamad Solehudin
Bandung - BPJS Ketenagakerjaan didukung Kementerian Ketenagakerjaan dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyerahkan alat bantu berupa kursi roda, kaki palsu. dan alat bantu lainnya kepada 160 penyandang disabilitas.

Pemberian alat bantu ini merupakan bentuk tanggung jawab dari BPJS ketenagakerjaan untuk membantu penyandang disabilitas yang ada di Jawa Barat. Penyerahan bantuan dilaksanakan di Pusdai Jawa Barat, Kota Bandung, Selasa (8/8/2017).

Hadir dalam acara tersebut Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jabar Ferry Sofwan dan sejumlah tamu undangan lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sudah selayaknya keberadaan BPJS Ketenagakerjaan dirasakan seluruh lini. Termasuk oleh penyandang disabilitas di Indonesia," kata Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto, di Pusdai Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (8/8/2017).

Agus berharap dengan pemberian bantuan ini bisa mendukung terciptanya kesetaraan bagi para penyandang disabilitas. Selain itu, bisa meningkatkan produktivitas para penyandang disabilitas yang berujung pada terciptanya kesejahteraan.

"Kesejahteraan mereka dapat terakselerasi melalui sinergi semua pihak," kata Agus.

Adapaun alat bantu yang diberikan pada kegiatan tersebut berupa, sepeda motor, kaki palsu, kursi roda, penyangga kaki, alat bantu dengar, tongkat untuk tuna netra hingga alat bantu penunjang usaha. Alat-alat tersebut dibagikan kepada 160 penyandang disabilitas yang ada di Jabar.

Sementara itu Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri menyambut baik pemberian berbagai alat bantu disabilitas ini. Karena menurutnya semua masyarakat, termasuk penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk mendapat pekerjaan.

"Ini sebagai salah satu wujud komitmen pemerintah untuk bisa mendorong partisipasi masyarakat secara keseluruhan," katanya.

"Dunia kerja bisa untuk semua orang, karena pada dasarnya kita semua sama. Sama-sama manusia dan sama-sama membutuhkan pekerjaan," tambahnya. (ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads