Gula Lokal Tidak Laku, Petani Pertanyakan Serbuan Gula Rafinasi

Tri Ispranoto - detikNews
Selasa, 08 Agu 2017 15:23 WIB
Foto: Tri Ispranoto
Cirebon - Seratusan petani yang tergabung dalam Asosiasi Petani Tebu Republik Indonesia (Aptri) Jabar menggeruduk Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Cirebon mempertanyakan nasib mereka yang kian terpuruk.

Ketua DPD Aptri Jabar Dudi Bahrudin mengatakan aksi tersebut dalam rangka menjelang musim giling tebu 2017. Pasalnya hingga memasuki musim tersebut gula hasil produksi lokal tidak laku.

"Pedagang alasannya tidak mau beli karena ada PPN, padahal gula sudah masuk 11 bahan pokok sehingga tidak kena PPN," ujar Dudi di sela-sela aksi, Selasa (8/8/2017).

Dari hasil investigasi, Aptri menemukan fakta 10 ribu ton gula petani tidak terjual, namun hingga kini masyarakat Jabar tidak pernah mengalami kelangkaan gula. Rupanya hal tersebut lantaran beredar luasnya gula rafinasi di pasaran.

Salah satu buktinya adalah gula putih kemasan 1 kg merek Angels Product yang dibanderol Rp 12.500 yang didapat dari sebuah mini market. Gula tersebut diyakini sebagai gula rafinasi karena Angel Product adalah pabrik gula rafinasi.

"Hasil investigasi dan sweeping kita temukan tumpukan gula sekitar 100 ribu ton di gudang dekat pelabuhan. Pagi tadi jam tujuh kita juga dapati satu truk tronton tanpa surat-surat akan mengantar gula ke pabrik chiki. Hasil investigas dan foto-foto sudah kita serahkan ke kementerian dan DPR RI," katanya.

Menurut Dudi, serbuan gula rafinasi tersebut membuat gula lokal petani tidak laku dijual. Terlebih keberadaan gula rafinasi dipasaran sudah menyalahi aturan lantaran seharusnya tidak boleh diperjual belikan secara bebas dan digudangkan karena harus langsung didistribusikan ke industri.

Gula Lokal Tidak Laku, Petani Pertanyakan Serbuan Gula RafinasiFoto: Tri Ispranoto


Setelah berorasi sekitar 30 menit di halaman kantor, perwakilan petani langsung diajak untuk menemui pejabat dinas. Namun dari hasil pertemuan tersebut para petani mengaku kecewa karena dinas tidak memiliki kewenangan dan tidak masuk dalam Satgas Pangan.

"Kami minta Pak Jokowi dan Pak Mendag untuk melihat ke bawah. Petani tebu selama enam tahun ini hampir mati. Kita rugi terus. Dari jumlah pabrik 11 di Jabar sekarang tinggal 4. Tolong Pak Jokowi, kami tidak bisa berkebun lagi," keluh Dudi mewakili seluruh petani.

Pihaknya meminta agar pemerintah atau bulog bisa membeli gula di petani seharga Rp 11 ribu perkilogram. Pasalnya gula rafinasi yang beredar diyakini memiliki harga yang lebih rendah namun dijual layaknya harga gula petani lokal.

Usai berdemo di kantor dinas kota, massa kembali melanjutkan aksinya ke Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon. Aksi yang sempat diwarnai aksi menghamburkan gula di pintu gerbang itu berakhir dengan kondusif. (ern/ern)