Ridwan Kamil Belajar Bus Rapid Transit ke Pemkot Mexico

Ridwan Kamil Belajar Bus Rapid Transit ke Pemkot Mexico

Avitia Nurmatari - detikNews
Senin, 07 Agu 2017 17:03 WIB
Ridwan Kamil Belajar Bus Rapid Transit ke Pemkot Mexico
Ridwan Kamil (Foto: istimewa)
Bandung - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil bertolak ke Mexico dan Ekuador. Keberangkatan orang nomor satu di Bandung itu untuk menggali pengalaman tentang bagaimana merencanakan, mengimplementasikan dan mengoperasionalkan sistem BRT (Bus Rapid Transit) di Mexico.

Selain itu, pria yang karib disapa Emil itu juga akan berangkat menuju Kota Cuenca, Ekuador dalam rangka pertukaran budaya hingga ekonomi perdagangan dengan membuat Little Bandung.

Kepala Sub Bagian Kerja Sama Luar Negeri Sekretariat Daerah Kota Bandung Bariati Ratna Aju menyebutkan perjalanan Emil bersama rombongan ke dua kota di Amerika Selatan itu rencananya berlangsung selama satu minggu ke depan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun efektif kunjungannya hanya selama dua hari di Mexico dan satu hari di Ekuador. Perjalanan panjang menuju kedua negara menghabiskan waktu sampai satu pekan lamanya.

"Pak wali sudah berangkat tadi malam, Minggu kemarin. Dijadwalkan pulang ke Bandung minggu depan (13/8/2017). Pak wali cuma dua hari di Mexico dan satu hari di Ekuador. Perjalanannya itu yang membuat lama. Untuk sampai ke Mexico butuh waktu 24 jam. Dari sana ke Ekuador butuh 8 jam perjalanan. Kemudian pulangnya dari Ekuador ke Jakarta 36 jam," kata Bariati dalam rilis yang diterima detikcom, Senin (7/8/2017).

Menurut Bariati, Kota Bandung ingin mengenal lebih jauh bagaimana sistem road safety yang berlaku di Mexico City melalui penerapan sistem BRT.

"Sistem ini dianggap cukup aplikatif untuk diterapkan di Kota Bandung. Selain itu, Pak wali juga akan melakukan kunjungan ke kedutaan besar dan memberikan kuliah umum di depan Diaspora yang ada di Kota Mexico," kata Bariati.

Sementara di Cuenca, Pemkot Bandung akan melakukan pertukaran budaya. Kota di Ekuador itu menawarkan kerja sama dengan Kota Bandung. Alasannya, karakteristik kedua kota tersebut hampir mirip dari banyaknya bangunan heritage, kreativitas, hingga pengelolaan sampah.

"Di sana juga Pemkot Cuenca menawarkan satu tempat untuk little Bandung. Kemungkinan akan ada juga penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan Kota Cuenca lebih kepada sister city yang ruang lingkupnya meliputi kebudayaan, lingkungan, hingga ekonomi perdagangan," katanya.

Jika penandatanganan LoI dengan Kota Cuenca jadi dilakukan, sambung Bariati, akan menambah daftar panjang kota di luar negeri yang menjadi sister city dengan kota Bandung. Beberapa kota yang sudah menjadi sister city di antaranya Seoul dan Suwon di Korea Selatan, Kawasaki, Hamamatsu, dan Toyota City di Jepang, Petaling Jaya di Malaysia, Cotabaco di Filipina masih ada beberapa kota lainnya.

Kunjungan dan kerja sama dengan kota di luar negeri itu merupakan bentuk pradiplomasi yang dilakukan Pemkot Bandung untuk pembangunan daerah. Misalnya waktu di Filipina menghasilkan kerja sama dengan Manila Water, bantuan dari ADB untuk pendampingan proyek PJU, dan pendampingan proyek Digital Classroom.

"Semoga kunjungan ke dua negara di Amerika Selatan kali ini juga bisa menghasilkan banyak kerja sama yang menghadirkan perubahan bagi Kota Bandung," kata Bariati. (avi/bbn)


Berita Terkait