Surat aspirasi ini sampaikan langsung kepada seluruh parpol di tingkat pusat, provinsi hingga daerah kabupaten/kota di Jabar, Kamis (27/7/2017). Diharapkan aspirasi ini menjadi pertimbangan seluruh parpol.
"Aspirasi ini kami sampaikan kepada seluruh parpol dengan tembusan tingkat I dan II di wilayah," kata Ketua Umum Paguyuban Pasundan Didi Turmudzi di kantornya, Jalan Aceh, Kota Bandung, Senin (31/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, sejauh ini calon-calon yang muncul di permukaan sebagian besar mewakili putra daerah. Sehingga, sambung dia, diharapkan calon-calon tersebut bisa tetap dimunculkan hingga pemilihan berlangsung.
"Yang muncul saat ini hampir sebagian besar keluarga Paguyuban Pasundan. Contohnya Ridwan Kamil, Dedi Mulyadi Deddy Mizwar. Jangan sampai pada praktiknya (pemilihan) tidak ada orang Jabar," ungkap dia.
"Baik itu nantinya jadi Gubernur atau Wakil Gubernur, tetap harus ada anak-anak kami asli suku Sunda," menambahkan.
Ia mengaku aspirasi seperti ini baru pertama kali disampaikan Paguyuban Pasundan kepada parpol di Indonesia. Aspirasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral Paguyuban Pasundan yang sudah ada sejak 104 tahun di Jabar.
Menurutnya aspirasi ini penting untuk disampaikan karena kultur politik yang ada di Indonesia saat ini sudah berbeda. Calon pemimpin di daerah seluruhnya merujuk kepada keputusan pimpinan parpol di tingkat pusat.
"Sistem kultur politik dulu beda dengan sekarang. Dulu ingin calonnya ini (orang asli Sunda) langsung dikabulkan, yang di pusat mengikuti. Sekarang segalanya ditentukan pusat," ungkap dia.
"Jangan sampai putra daerah menjadi penonton pertunjukan (pilkada) di rumahnya sendiri. Ini juga penting sebagai motivasi untuk generasi muda penerus," kata Didi.
Foto: Potongan isi Surat Paguyuban Pasundan (istimewa) |












































Foto: Potongan isi Surat Paguyuban Pasundan (istimewa)