"Kalau NasDem tidak mempersoalkan lewat jalur independen. Bahkan kita juga termasuk yang menyiapkan juga. Dalam arti kalau independen kita akan sama-sama menyiapkan KTP," kata ketua DPW Partai NasDem Jabar San Mustofa, saat dihubungi, Selasa (18/7/2017).
Seperti diketahui, sejauh ini Ridwan Kamil baru mendapat dukungan secara resmi dari Partai NasDem. NasDem sendiri baru memiliki lima kursi sehingga harus menjalin koalisi dengan partai lain untuk memenuhi kekurangan 20 kursi legislatif sebagai sarat agar bisa mengusung pasangan calon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, menurutnya waktu masih cukup panjang untuk mencari tambahan dukungan dari partai lain agar bisa mengusung Ridwan Kamil. Proses pendaftaran saja diperkirakan dimulai Januari tahun depan.
"Sekarang proses masih panjang, masih lama. Pendaftaran ke KPU itu kan sekitar bulan Januari atau Februari. Jadi masih banyak waktu untuk mendapat (dukungan tambahan) partai. Tapi untuk berjaga-jaga tidak ada salahnya (menyiapkan opsi independen)," ucapnya.
Lebih lanjut, dia menyatakan masih terus memantau perkembangan situasi politik ke depan. Dia juga menyarankan supaya semua relawan pendukung Ridwan Kamil untuk mulai bergerak mengumpulkan KTP bila jalur independen dipilih.
Tapi pihaknya tetap optimistis akan mendapat tambahan dukungan partai untuk mengusung Ridwan Kamil. Apalagi PPP tinggal selangkah lagi bersama-sama NasDem mendukung Ridwan Kamil di Pilgub Jabar 2018. "Jadi saya sih optimistis bahwa Kang Emil akan mendapat (tambahan dukungan) Partai. Kita juga terus melakukan pendekatan-pendekatan dengan partai lain," ujarnya.
Sebelumnya, Ridwan Kamil mengaku sedang menimbang-nimbang untuk maju bertarung dalam Pilgub Jabar 2018 melalui jalur independen. Hal itu dilakukan bila tidak ada tambahan dukungan partai lain untuk maju di Pilgub Jabar. (avi/err)











































