DetikNews
Senin 17 Juli 2017, 12:20 WIB

Keluarga Yayan Tetap Gelar Akad Nikah Anaknya Meski Berduka

Syahdan Alamsyah - detikNews
Keluarga Yayan Tetap Gelar Akad Nikah Anaknya Meski Berduka Foto: Adik Korban menunjukan foto kakaknya (Syahdan Alamsyah/detikcom)
Sukabumi - Kediaman Yayan (49) mayat perempuan yang ditemukan di Bukit Puncak Lonceng, areal Gunung Arca Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung masih diselimuti duka. Namun keluarga tetap menggelar akad nikah anak Yayan yang sudah direncanakan jauh hari.
kediaman Yayankediaman Yayan Foto: Syahdan Alamsyah


Sejak hilang pada Sabtu (8/7) lalu, Yayan ditemukan tewas oleh pencari rumput pada Minggu (16/7/2017) di Bukit Puncak Lonceng, areal Gunung Arca Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung. Keluarga mendengar kabar penemuan mayat itu sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu (16/7).

Adik korban Muhamad Sutisna (44) mendatangi Instalasi Kamar Jenazah RS Sekarwangi Cibadak. Ia mengenali sejumlah barang milik korban dan mengabarkannya kepada pihak keluarga.

"Semua histeris terutama anak-anak kakak saya, sementara hari ini keluarga mengadakan akad nikah. Tadi pagi akad nikah tetap dilaksanakan, karena mau gimana lagi sudah direncanakan sejak jauh-jauh hari," kata pria yang akrab disapa Amek kepada detikcom di kediamannya Kampung Cibereum Wetan, Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat sekitar pukul 10.00 WIB, Senin (17/7).

Akad nikah dilangsungkan secara sederhana oleh pihak keluarga, suasana duka masih menyelimuti pihak keluarga terutama putri ketiga korban yang bernama Rini Andriani yang mestinya berbahagia hari ini.

"Sekitar 80 persen keluarga yakin itu almarhumah kakak saya teh Yayan, itu dikenali dari jam tangan dan sandal yang dipinjamkan oleh putri ketiganya yang hari ini ijab qabul, putrinya itu masih berharap itu bukan ibundanya," lanjut Amek.

Korban Yayan meninggalkan seorang suami bernama Hoerudin (53) dan empat orang anaknya bernama Nunung Haryani, Neni, Rini Andriani dan Muhammad Akhyar. Komunikasi terakhir korban kepada keluarga sekitar pukul 18.00 WIB Sabtu (8/7) hari dimana korban pertama hilang.

"Dia menghubungi anak bungsunya, dia cuma minta anaknya itu pulang. Setelah itu ponselnya tidak aktif, saat ini keluarga sangat berharap polisi segera mengungkap dan menangkap pelaku yang tega berbuat seperti itu," tutur Amek.

Amek menuturkan korban pamit untuk berangkat ke pasar pada Sabtu (8/7/2017) lalu sekitar pukul 09.00 WIB untuk berbelanja keperluan pernikahan anaknya. Hingga malam korban tak kunjung pulang, keluarga sempat melakukan pencarian hingga pada Senin (10/7) membuat laporan ke aparat kepolisian di Polsek Sukalarang, Resor Sukabumi Kota.

Di tempat yang sama, suami korban Hoerudin mengaku belum berani memastikan kondisi jenazah, ia mengaku tidak tega. "Saya enggak tega, apalagi ngeliat anak saya yang hari ini ijab qabul, mungkin nanti kalau benar-benar siap saya akan ke rumah sakit memastikan," lirihnya.

Hingga saat ini jenazah masih berada di Instalasi Kamar Jenazah RS Sekarwangi, Cibadak. Informasi yang diperoleh detikcom rencananya proses pemeriksaan forensik akan digelar pada Selasa (18/7) besok.



(avi/avi)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed