Peristiwa menyentuh itu terjadi sekitar 4 bulan yang lalu. Kini balita perempuan berusia 2 tahun bernama Siti Kulsum itu kondisinya mulai membaik. Siti rencananya akan kembali menjalani pengobatan di Jakarta, hari ini.
Kisah polisi baik itu diperoleh detikcom dari salah seorang warga di Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Warga yang meminta namanya tidak disebut itu berharap kebaikan AKP Joko Sudiro menjadi inspirasi untuk anggota kepolisian lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dihubungi terpisah, AKP Joko Sudiro membenarkan tentang aksinya yang membantu balita berinisial SK untuk menjalani pengobatan bibir sumbing. Joko sempat kaget saat detikcom menanyakan terkait aksi sosialnya itu.
"Itu bagian dari tugas saya bukan untuk dibuat ramai di media. Iya memang betul ada anak yang kita bantu menjalani operasi di bagian bibirnya. Kasian keluarganya kurang mampu, ada dua anak yang kita berangkatkan ke Rumah Sakit Bedah Bina Estetika, Jakarta," tutur Joko kepada detikcom.
Joko berkisah aksinya berawal saat kedatangan seorang warga membawa satu bundel proposal minta izin untuk mengedarkannya. Joko diminta untuk membubuhkan tanda tangannya di akhir proposal tersebut.
"Di situ saya tersentuh. Akhirnya saya bilang ke warga yang datang bawa proposal itu. Sudah anaknya bawa ke sini biar saya yang berangkatin untuk berobat ke Jakarta, saya berpikir punya kenalan di RSB Bina Estetika di Jakarta yang memang menangani masalah bedah wajah dan kecantikan," lanjutnya.
Singkat cerita dua anak itupun lalu diberangkatkan untuk menjalani operasi. Kini kondisi wajahnya sudah mulai membaik karena pembedahan yang dilakukan.
"Operasinya tidak cukup di situ, nah hari ini saya mau berangkatin lagi dua anak itu untuk penyempurnaan. Nah yang menarik, ternyata ada warga lain yang datang meminta anaknya juga untuk menjalani operasi. Mereka padahal di luar dari wilayah hukum saya, tapi karena kasian akhirnya saya berangkatin juga. Total ada empat anak yang akan menjalani bedah dibagian bibirnya," beber Joko.
Joko menyebut biaya operasi digratiskan pihak rumah sakit. Namun untuk biaya operasional pendamping berikut transportasi ia yang menanggung. "Saya ambil hasil menyisihkan gaji, Alhamdulillah terpakai dan bisa bermanfaat," tutupnya. (ern/ern)











































