Bertemu Korban, Ortu Pembegal Pasutri di Bandung Minta Maaf

Bertemu Korban, Ortu Pembegal Pasutri di Bandung Minta Maaf

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Sabtu, 15 Jul 2017 17:27 WIB
Bertemu Korban, Ortu Pembegal Pasutri di Bandung Minta Maaf
Pertemuan keluarga pelaku dengan korban (kiri). (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Bandung - Untuk pertama kalinya, orang tua M. Zamil (23) pembegal pasangan suami istri (pasutri), M. Alfaris (30) dan Rena Hendayanti (27), bertemu dengan korban. Bernada suara bergetar, ayah Zamil, Nandang Ruskandi (50) menyampaikan permohonan maaf kepada Rena.

Baca juga: Kisah Pilu Rena Gagal Bulan Madu Akibat Suami Tewas Dibegal

Nandang datang bersama istrinya yang juga ibunda Zamil, Idong (43) beserta anak bungsunya ke Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Sabtu (15/7/2017) sore. Keluarga pelaku dan korban langsung dipertemukan Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M. Yoris Maulana di ruangan Satreskrim Polrestabes Bandung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi ini ada niat baik dari orang tua pelaku untuk meminta maaf kepada korban. Ini tidak akan menghapus pidana maupun mengurangi hukuman. Murni hanya permintaan maaf sebagai sesama muslim," kata Yoris.

Baca juga: Polisi Bandung Tembak Pembegal Pasutri yang Tewaskan Suami

Nandang yang hadir mengenakan kemeja hijau muda ini langsung menyampaikan permohonan maafnya kepada Rena yang duduk di hadapannya.

"Saya tidak bisa berkata apa-apa, secara pribadi dan keluarga minta maaf dan juga atas nama pribadi anak saya Zamil meminta maaf. Saya juga mohon maaf baru bisa hari ini mungkin kemarin-kemarin karena panik," ujar Nandang.
Bertemu Korban, Ortu Pembegal Pasutri di Bandung Minta MaafPertemuan keluarga pelaku dengan korban (kiri). (Foto: Dony Indra Ramadhan)
Nandang mengaku tak menyangka anak pertamanya dari empat bersaudara itu terlibat dalam aksi kriminalitas. Sebab, Zamil dibesarkan di lingkungan pesantren.

"Malah dia bisa hapal 125 hadis. Sehingga ini kejadian yang tak disangka-sangka.Mungkin karena pergaulan juga," ucapnya.

Baca juga: Kasus Pasutri Korban Begal di Bandung Libatkan Seorang Perempuan

DIa menuturkan, selama di rumah, Zamil merupakan pribadi yang santun. Gerak-gerik yang mengarah kepada pelaki kriminal, tidak terlihat dalam diri Zamil. Namun, tiga bulan terakhir atau tepatnya saat Zamil keluar dari tempat kerjanya di salah satu pabrik di Bandung, perubahan mulai terlihat, Zamil kerap keluyuran saat malam hari.

"Terus celana juga sobek-sobek. Awalnya saya anggap biasa aja," kata Nandang.

Petaka terjadi saat keluarga mendapat kabar anaknya itu menjadi pembegal. Setelah memastikan, ternyata benar anaknya menjadi pelaku penjambretan.

"Dengan tertangkapnya ini, saya malah bersyukur sehingga bisa memutus kejahatan yang dilakukan anak saya. Kalau tidak tertangkap, tidak tahu sampai kapan anak saya melakukan aksi kejahatan," ucap Nandang.

Sementara, Rena sendiri menerima permintaan maaf dari orang tua Zamil. Rena sudah memaafkan apa yang dilakukan oleh Zamil terhadap ia dan suaminya.

"Saya terima kasih banyak atas niat baiknya. Mudah-mudahan anak bapak tidak mengulangi lagi perbuatannya," kata Rena.

Baca juga: Begal Sadis Penendang Pasutri di Bandung Sudah 52 Kali Beraksi

Aksi kejahatan jalanan ini menimpa pasutri, Alfaris dan Rena, di Jalan Ir. H Juanda (Dago), Kota Bandung, Jabar, Selasa (20/6) lalu, sekitar pukul 05.30 WIB. Alfaris mengembuskan napas terakhir pada Kamis (22/6) setelah sempat menjalani penanganan medis di RS Borromeus Bandung.

Petugas Satreskrim Polrestabes Bandung sukses menangkap Zamil pada Senin (3/7) lalu. Selain Zamil, polisi sukses meringkus pelaku lainnya yakni Eko Supriatna (28), Candra Lesmana (27), Nabil (24) dan seorang perempuan, Sumini (27). (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads