Sebelum Tewas, Nur Angwan Ngamuk dan Teriak 'Saya Prabu Siliwangi'

Tri Ispranoto - detikNews
Rabu, 05 Jul 2017 16:47 WIB
Foto: Tri Ispranoto
Cirebon - Seorang pedagang donat, Nur Angwan (36), ditemukan tewas bersimbah darah di kamar mandi rumahnya di Desa Panggangsari, RT 4 RW 1, Kecamatan Losari, Kabupaten Cirebon, Rabu (5/7/2017) pagi sekitar pukul 9.00 WIB. Diduga dia bunuh diri saat

Kapolres Cirebon AKBP Risto Samodra mengatakan, saat ditemukan korban dalam posisi terlentang di kamar mandi dengan kondisi luka di bagian leher seperti robekan bekas gorokan senjata tajam.

Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi, Nur beberapa hari ke belakang sering mengalami sakit dan ngamuk seperti orang kesurupan. Akhirnya pihak keluarga berinisiatif pada Selasa 4 Juli malam sekitar pukul 21.00 WIB membaca doa dan Surat Yasin.

"Tapi korban masih mengamuk sampai Rabu pagi pukul 6.00 WIB," ujar Risto dalam pesan singkat yang diterima detikcom.

Bahkan sejak pagi itu pihak keluarga dan warga tidak ada yang berani mendekat. Terlebih saat itu Nur mengamuk dengan melontarkan ancaman dan membawa senjata tajam.

"Korban melontarkan ucapan 'Siapa yang Berani. Saya Prabu Siliwangi' dan sambil membawa obeng. Korban juga memecahkan termos dan gelas," beber Risto.

Pada saat rumah dalam kondisi sepi, diduga Nur mengakhiri hidupnya dengan cara menggregaji leher di kamar tidur belakang kemudian berlari ke kamar mandi yang tidak jauh dari tempat awal.

"Sampai akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tewas di dalam kamar mandi dengan kondisi terlentang di bak mandi. Diduga korban mengakhiri hidupnya bunuh diri," katanya.

Usai melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi di lokasi, polisi menyita barang bukti berupa sebilah gergaji berlumuran darah, obeng, dan serpihan pecahan gelas. Sementara jasad Nur langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.

(ern/ern)