Tenaga Gaib Jadikan Polisi Sukabumi Tanpa Senjata Lawan Teroris

Tenaga Gaib Jadikan Polisi Sukabumi Tanpa Senjata Lawan Teroris

Syahdan Alamsyah - detikNews
Selasa, 04 Jul 2017 18:58 WIB
Anggota Polres Sukabumi Kota belajar pencak silat. Foto: Syahdan Alamsyah
Anggota Polres Sukabumi Kota belajar pencak silat. Foto: Syahdan Alamsyah
Sukabumi - Anggota Polres Sukabumi Kota digembleng ilmu bela diri di Pondok Pesantren Alfath. Selain berlatih pencak silat, mereka ditempa secara spiritual untuk belajar zikir dan baca Alquran.

Baca juga: Cegah Sasaran Teror, Polisi Sukabumi Belajar Silat di Pesantren

Pondok Pesantren Alfath berlokasi di Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunungpuyuh Sukabumi, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Pemimpin dan pengelola Ponpes Alfath, Fajar Laksana, menyebut seni bela diri diajarkan Perguruan Silat (PS) Maung Bodas tidak hanya olah kanuragan, tapi juga tenaga gaib untuk membuka mata batin setiap orang yang mempelajari jurus-jurus.
Tanpa perlu senjata api, atau lainnya, setiap kepalan tangan, kaki dan anggota tubuh adalah senjata. Pelurunya melalui olah pernapasan.Pimpinan Ponpes Alfath, Fajar Laksana


"Mereka digembleng dengan tiga kekuatan, satu adalah fisik yang menjatuhkan dan melumpuhkan lawan, kedua tenaga dalam melalui olah pernafasan dan yang ketiga ialah tenaga gaib dilatih dengan doa-doa melalui wirid (zikir), hijib ijazah amaliah dan semua itu disatukan," kata Fajar kepada detikcom, Selasa (4/7/2017).

Fajar menjelaskan, setiap polisi yang dilatih pencak silat Maung Bodas nantinya identik dengan polisi santri, yang tidak hanya bisa menjaga lingkungannya, tapi jaga diri sendiri sekaligus mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari.

"Pencak silat digunakan oleh orang-orang zaman dulu dalam mengusir penjajahan. Hanya berbekal bambu runcing dan teriakan Allahu Akbar, bisa melawan penjajah yang memiliki peralatan lebih canggih. Nah teriakan ini ibaratnya tenaga gaib pengobar semangat memberikan tambahan tenaga untuk melumpuhkan penjajah," tuturnya.

Fajar mengaku bangga dengan jajaran kepolisian di Polda Jabar yang melek terhadap bela diri warisan leluhur bangsa. Berbekal jurus silat, menurut Fajar, tanpa senjata pun setiap muridnya siap melumpuhkan aksi teror dan kejahatan lainnya.

"Tanpa perlu senjata api, atau lainnya Insya Allah setiap kepalan tangan, kaki dan anggota tubuh adalah senjata. Pelurunya melalui olah pernapasan dan amalan, membuka mata batin sekaligus intuisi melalui firasat ketika ada kejahatan yang ditujukan kepada dirinya," ucap Fajar.

[Gambas:Video 20detik]

Salah seorang murid PS Maung Bodas Bripda Cici mengaku mendapat pengalaman baru dengan mempelajari pencak silat. Polwan berdinas di Polres Sukabumi Kota ini menjelaskan jurus yang dipelajarinya lima kali lipat lebih berat dari bela diri Polri yang selama ini diajarkan satuannya.

"Ada perbedaan, tidak hanya mengedepankan fisik tapi juga kelembutan dan olah pernapasan yang disertai doa-doa. Dua kali latihan awalnya kepayahan, namun semakin lama malah asyik dan tubuh juga terasa lebih enteng," ucap Cici. (bbn/bbn)