Menggunakan sepeda dan perlengkapan pengatur lalu lintas, peranan personel polwan bersepeda dianggap penting selain gesit melewati kepadatan kendaraan mereka juga adalah tim pendamping anggota Polantas lain sebelum tiba di lokasi kemacetan.
"Kami bergerak menunggu perintah dari operator Traffic Managemen Centre (TMC), ketika ada pantauan macet melalui kamera pengawas operator akan memberitahukan melalui radio komunikasi," kata Bripda Rosita, personil Polwan Bersepeda kepada detikcom, Jumat (30/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Syahdan Alamsyah |
Dikatakan Rosita waktu paling padat kendaraan terjadi di pagi, siang hari dan menjelang petang. Diwaktu-waktu itu banyak kendaraan yang mengalami antrian panjang khususnya dari arah Puncak maupun sebaliknya.
"Kita biasanya mencari penyebabnya, jalan udah dibuat satu arah namun malah stuck di kedua arah akhirnya kita urai. Kebanyakan adalah pengendara yang kurang tertib seperti parkir di bahu jalan sampai mepet ke tengah atau ada juga kendaraan umum yang berhenti sembarangan," lanjutnya.
Tidak hanya mengandalkan kesiapan fisik, kekuatan menahan emosi dan mental juga kerap menjadi tantangan personel polwan bersepeda. "Paling kesal itu ketika kita udah ngatur arus lalin, tiba-tiba ada kendaraan yang parkir sembarangan. Kita beri peringatan malah ngeyel, di situ saya lebih memilih mengalah dan bertahan sampai pengendara itu sadar sendiri," ujar Rosita lagi.
Foto: Syahdan Alamsyah |
Dihubungi terpisah, Kasatlantas Polres Cianjur AKP Erik Bangun Prakasa membenarkan jika tim pengurai bersepeda memiliki peranan penting dalam mengatur arus lalu lintas di sepanjang jalur rawan macet.
"Mereka ini srikandinya Satlantas Cianjur, ditempatkan di Pos Pam yang kita sebar di sejumlah tempat. Kita pilih personil terbaik yang tidak hanya fisik, manajemen mental juga harus menguasai karena akan berhadapan langsung dengan pengendara dengan karakter yang berbeda-beda," jelas Erik.
Foto: Syahdan Alamsyah |
Erik juga menekankan agar anggotanya yang bertugas untuk tetap stabil ketika menghadapi pengendara yang bandel. Ia memperbolehkan anggotanya untuk tegas tapi dalam koridor yang sewajarnya.
"Kadang itupun sering disalah artikan, kita tegas dibilangnya bentak. Kami berharap pengendara agar mau mematuhi imbauan dan saran dari petugas kepolisian yang berjaga di lapangan, kita juga enggak sembarangan mengambil tindakan," tutupnya.
(avi/avi)












































Foto: Syahdan Alamsyah
Foto: Syahdan Alamsyah
Foto: Syahdan Alamsyah