Ribuan pengunjung datang setiap harinya terutama saat libur lebaran saat ini. Pengunjung berbondong-bondong datang untuk bersantai atau makan bersama di atas lapangan hijau sintetis tersebut.
Keberadaan pengunjung yang membludak ini berdampak terhadap volume sampah. Selama libur lebaran tahun ini, volume sampah di Taman Alun-alun meningkat mencapai 200 persen dibanding hari biasanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menuturkan banyak pengunjung tak jarang membuat Taman Alun-alun menjadi 'lautan sampah'. Perilaku membuang sampah sembarangan hingga keterbatasan tempat sampah menjadi faktor pendukung.
Diakuinya, banyak tempat sampah yang sebelumnya disediakan raib dicuri orang tidak bertanggungjawab. Terlebih jumlah pengunjung yang membludak membuat sampah meluap.
"Over load pasti karena pengunjung membludak. Itu jadi bahan evaluasi kami. Tempat sampah banyak yang hilang, tapi kami atasi dengan menyimpan 76 troli di lokasi," tutur dia.
Deni mengatakan mengerahkan sebanyak 86 petugas kebersihan di Taman Alun-alun Bandung. Petugas tersebut nantinya akan mengawasi kebersihan hingga mengangkut sampah yang menumpuk.
Lebih lanjut dia menegaskan sementara waktu pengunjung tidak diperkenankan untuk makan di area lapangan hijau sintetis. Larangan ini dikeluarkan langsung oleh Wali Kota Bandung Ridwan Kamil.
"Gara-gara kemarin banyak sampah berserakan di lapangan, pa wali melarang pengunjung makan-makan di sana. Memang yang mendominasi itu sampah non organik seperti plastik bekas makanan dan minuman," kata Deni. (avi/avi)











































