Bupati Garut Rudy Gunawan menanggapi suara warganet di media sosial yang menjuluki Garut sebagai kota termahal di Indonesia lantaran sejumlah bidang memasang tarif dianggap tak wajar. "Itu sama sekali tidak benar. Kami sudah berbicara, tidak ada yang mahal, masih wajar dan bisa negosiasikan," kata Rudy kepada wartawan di Gedung Pamengkang, Pendopo, Garut, Jalan Dewi Sartika, Kamis (22/6).
Dia menjelaskan, pemerintah sudah mengimbau kepada para pemilik hotel dan tempat wisata di Garut agar tidak menaikan tarif hingga lebih dari 100 persen dari harga normal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pemilik hotel dan tempat wisata mengaku sudah menjalin kesepakatan dengan pemerintah untuk tidak menaikan tarif lebih dari 100 persen.
"Kenaikan pasti ada, tapi kami imbangi kenaikan tarif tersebut dengan pelayanan dan fasilitas yang lebih baik juga. Ya intinya akan berimbang antara servis yang kami berikan dengan nominal yang para wisatawan keluarkan," kata salah seorang pemilik hotel, Herri Juliardi, di tempat yang sama. (bbn/bbn)











































