Rampok Satroni Kantor PUPR Cirebon dan Sekap Satpam

Rampok Satroni Kantor PUPR Cirebon dan Sekap Satpam

Tri Ispranoto - detikNews
Senin, 19 Jun 2017 15:53 WIB
Rampok Satroni Kantor PUPR Cirebon dan Sekap Satpam
Brankas berisi uang yang dirusak pelaku. Foto: istimewa
Cirebon - Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Cirebon disatroni kawanan rampok. Dalam aksinya perampok menyekap dua satpam, lalu menggondol uang dan dokumen.

Kejadian perampokan bermula saat dua satpam Ari Setiadi (30) dan Danto (30) tugas malam menjaga kantor yang berlokasi di Jalan Terusan Pemuda, Kota Cirebon, Senin (19/6/2017) dini hari, sekitar pukul 00.30 WIB. Tiba-tiba keduanya dikagetkan oleh kedatangan sebuah mobil mini bus yang parkir di depan pagar.

Rupanya mobil tersebut hanya pengecohan. Empat perampok memakai penutup kepala masuk dari bagian gedung lain dan langsung menyergap kedua satpam tersebut. Pelaku menyekapnya dengan cara mengikatkan tali plastik pada tangan-kaki, serta menutup mulut dan mata korban menggunakan lakban. Satpam tersebut ditodong pakai senjata tajam agar tidak melakukan perlawanan. Satu jam setelah perampok beraksi, kedua korban berhasil dibebaskan orang lain yang masuk ke dalam kantor.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolresta Cirebon AKBP Adi Vivid Agustiadi Bachtiar menjelaskan berdasarkan olah TKP pihaknya menemukan beberapa kejanggalan. Sebab hanya lima ruangan utama yakni ruang Kadis, Sekdis, Program, Umum, dan Cipta Karya yang disatroni. "Ada dugaan pelaku tahu situasi dan kondisi ruangan mana saja yang menyimpan uang dan dokumen. Pelaku juga mengambil rekaman CCTV sebelum beraksi," katanya.

Adi mengungkapkan pelaku yang diduga berjumlah lima orang ini tidak hanya mengincar uang, namun sejumlah dokumen penting turut digondol. Sementara barang berharga seperti kamera dan laptop malah tidak digasak pelaku.

Polisi belum bisa memastikan apa saja yang barang hilang dibawa kabur pelaku. Namun yang pasti uang di dalam brankas yang belum diketahui pasti nominalnya dan dokumen penting di lima ruangan itu raib.

"Nanti setelah kita tahu apa saja yang hilang baru bisa mengerucut pada pelaku. Bisa saja ini pelaku orang sakit hati misalnya soal lelang dan tender, karena informasinya banyak ketidakpuasan di sini," kata Adi.

Guna mengungkap kasus perampokan ini, polisi melakukan olah TKP, meminta keterangan korban, dan mencari petunjuk lainnya. Ciri-ciri fisik pelaku termasuk logat bahasa pelaku sudah dikantongi penyidik. (bbn/bbn)


Berita Terkait