PT Pertamina Patra Niaga Bantah Lakukan PHK Sepihak Awak Mobil Tanki

PT Pertamina Patra Niaga Bantah Lakukan PHK Sepihak Awak Mobil Tanki

Mukhlis Dinillah - detikNews
Senin, 19 Jun 2017 15:40 WIB
PT Pertamina Patra Niaga Bantah Lakukan PHK Sepihak Awak Mobil Tanki
Foto: Aksi Mogok Kerja Sopir Tanki di Bandung (Mukhlis Dinillah/detikcom)
Kota Bandung - PT Pertamina Patra Niaga membantah telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak terhadap 141 orang awak mobil tangki (AMT) di seluruh Indonesia. PHK ini dilakukan oleh mitra perusahaan penyedia pekerja.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Rudy Permana menegaskan, sebanyak 141 AMT yang di PHK itu bukan merupakan pegawainya. Melainkan pekerja yang disedikan oleh 6 mitra perusahaan pemborong pekerja pengangkut.

Dia menjelaskan 6 perusahaan yang terdiri dari PT Garda Utama Nasional, PT Ceria Utama Abadi, PT Absolute Service, PT Prima Perkasa Mandiri, PT Ardina Prima, PT Cahaya Andika Asmara ini, mengcover AMT wilayah operasional Jabodetabek, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi dan Sumatera.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi kami luruskan, mereka bukan pegawai kami. Mereka itu para pekerja yang disediakan oleh perusahaan pemborong. Kami sudah menyerahkan sepenuhnya pengangkutan BBM kepada mereka," kata Rudi saat dihubungi via telepon genggam, Senin (19/6/2017).

Menurutnya, 141 AMT yang di PHK itu bukan tanggungjawab PT Pertamina Patra Niaga melainkan vendor tempat mereka bernaung. Pasalnya, 6 vendor itu yang melakukan seleksi maupun evaluasi para AMT di seluruh Depot TBBM di Indonesia.

Seleksi dan evaluasi itu meliputi tingkat kehadiran kerja, kinerja yang sesuai target, tidak adanya tindakan indisipliner pekerja, dalam usia produktif, kondisi fisik sehat hingga lulus psikotes yang dilakukan lembaga psikologi.

"Nah, kami mendengar dari para vendor itu, mereka yang di PHK tidak memenuhi beberapa syarat itu. Jadi bukan kami yang memutuskan, tetapi vendor," ungkap dia.

Rudy memastikan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah operasional tetap terjamin walaupun terjadi mogok kerja awak mobil tangki (AMT). Pasalnya, pihaknya sudah meminta vendor menggantikan para AMT yang mogok.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada para vendor untuk segera menyelesaikan persoalan dengan mantan pegawainya tersebut. Sehingga, ke depannya tidak terjadi lagi kasus serupa yang bisa merugikan banyak pihak.

"Kami memastikan kelancaran distribusi BBM tetap terjamin dengan mogok ini. Terlebih saat ini menghadapi arus mudik yang membutuhkan pasokan BBM lebih," kata Rudy.


(avi/avi)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads