Beberapa waktu lalu terjadi peristiwa peledakan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta, yang pelakunya berdomisili di Jawa Barat. Selain itu, terduga teroris lainnya yang telah ditangkap Densus 88 pascaperistiwa peledakan tersebut, tiga di antaranya warga Kabupaten Bandung.
"Saat ini para pelaku teror bom bunuh diri banyak menyasar aparat kepolisian sebagai korban. Sebab, bagi mereka aparat kepolisian dianggap mengganggu kegiatan aksi teror yang dilakukan," kata Nazly saat membuka acara Jambore Santri dan Jambore Dai Kamtibmas di halaman Mapolres Bandung, Jalan Bhayangkara, Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hadirnya dai kamtibmas ini dapat memberikan tausiah dan ceramah kepada masyarakat untuk mencegah terorisme dan radikalisme," ucap Nazly.
Ia berharap para dai kamtibmas yang berada di kecamatan dapat menyampaikan ceramah sesuai permasalahan yang ada di wilayahnya. Terutama permasalahan lingkungan.
"Ulama harus turun kepada masyarakat dan berdakwah tentang permasalahan-permasalahan lingkungan agar masyarakat turut menjaga alam," kata Nazly.
Jambore Santri dan Dai Kamtibmas
Ratusan santri dan dai dari 25 kecamatan di Kabupaten Bandung mengikuti kegiatan Jambore Santri dan Jambore Dai Kamtibmas yang diselenggarakan Polres Bandung. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai wujud menjaga kamtibmas serta mencegah tindak radikalisme. Untuk para santri diselenggarakan perlombaan marawis.
"Kami sengaja memilih lomba musik marawis yang berbau Islam agar aparat di Polres Bandung bisa juga menikmati kesenian perpaduan antar timur tengah dan Betawi," kata Nazly.
Foto: Wisma Putra |
Nazly mengungkapkan, para dai kamtibmas memiliki peran dalam menyuarakan kepentingan-kepentingan kepolisian di masyarakat. "Kegiatan bersama dai kamtibmas perlu dirutinkan. Pertama ajang untuk silaturahmi, kedua memberikan penghargaan dan sekaligus memberikan bantuan," ujarnya.
Nazly berharap, kegiatan tersebut dapat dilaksanakan tiap bulan ataupun dengan kegiatan yang berbeda seperti lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) atau lomba azan. Pada kesempatan itu, Nazly memberikan hadiah kepada para pemenang berupa uang tunai dan piala penghargaan.
Ketua Umum Dai Kamtibmas Kabupaten Bandung Atus Ludin Mubarok mengatakan Polres Bandung juga memberikan penghargaan kepada 13 orang dai berprestasi. Dia menyebut, dai kamtibmas memiliki peran di masyarakat melakukan penyuluhan cegah tangkal radikalisme, terorisme, intoleransi dan kenakalan remaja.
"Salah satu yang menjadi juara memiliki terobosan membuat modul KUHP berbasis IT. Dimana aturan itu dilengkapi landasan Alquran," ucap Atus. (bbn/bbn)












































Foto: Wisma Putra