DetikNews
Senin 12 Juni 2017, 18:58 WIB

Ditertibkan Satpol PP, PKL Jalan Trunojoyo Ngaku Bayar Iuran

Avitia Nurmatari - detikNews
Ditertibkan Satpol PP, PKL Jalan Trunojoyo Ngaku Bayar Iuran Penertiban PKL di Bandung. Foto: Avitia Nurmatari
Bandung - Tim Gabungan Satpol PP, Polri dan TNI menggelar razia pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah titik di Kota Bandung. Penertiban berlangsung di Jalan Purnawarman, Trunojoyo hingga Dipatiukur.

Satpol PP Kota Bandung mulai mengintensifkan penertiban karena menjelang lebaran PKL dadakan semakin menjamur. "Sudah mendekati lebaran, peningkatan PKL yang dadakan semakin banyak. Makanya kami berpatroli, ternyata banyak yang berjualan memberanikan diri," ujar Kabid Ops Satpol PP Kota Bandung Taspen Efendi di Jalan Diponegoro, Senin (12/6/2017).

Penertiban dilakukan mulai pukul 16.30 WIB hingga 17.30 WIB. Sekitar 20 pedagang ditertibkan oleh petugas. Pantauan detikcom, di Jalan Trunojoyo, petugas menertibkan pedagang minuman kemasan, pedagang kuliner hingga pedagang pakaian.
Suasana penertiban PKL oleh aparat gabungan di Kota Bandung.Suasana penertiban PKL oleh aparat gabungan di Kota Bandung. Foto: Avitia Nurmatari
Di sela-sela penertiban, ada seorang pedagang bernama Disa (29) yang meminta penjelasan dari Satpol PP. Ia keberatan ditertibkan karena merasa berjualan di depan rumahnya sendiri.

"Ini kan rumah saya. Saya lihat yang lain boleh berjualan kenapa saya enggak," ujar pedagang takjil dan pakaian tersebut.

Disa mengungkapkan, ada orang mengaku koordinator PKL di sekitar Jalan Trunojoyo yang menagih iuran untuk sekali pembayaran selama bulan Ramadan.

"Mereka mengaku sebagai koordinator, bayar 100 ribu rupiah, ada juga yang 350 ribu rupiah. Sekarang orangnya enggak ada, kabur. Saya tahu mereka buat bayar ke kelurahan ke Satpol juga," ucap Disa.
Petugas Satpol PP Kota Bandung menertibkan PKL.Petugas Satpol PP Kota Bandung menertibkan PKL. Foto: Avitia Nurmatari
Menanggapi dugaan pungutan liar yang dilakukan oknum dari duit iuran PKL tersebut, Taspen mengaku sulit mengusutnya kecuali ada bukti.

"Kita bisa saja berbicara indikasi. Tapi kalau tidak ada alat bukti kan sulit. Kecuali kalau tertangkap tangan," ucap Taspen menegaskan.

Sementara itu, di kawasan Jalan Diponegoro yang setiap hari ramai PKL bermobil kali ini sepi. Informasi penertiban ini diduga bocor sehingga mereka tidak berjualan.

"Untuk di kawasan Diponegoro ini ada dugaan bocor. Tapi mungkin dari pihak kewilayahan juga punya giat dan dibentuk tim Satgas juga. Kecamatan juga tugasnya membantu Satpol PP pusat untuk menertibkan PKL," tutur Taspen.
(avi/bbn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed