2 Minggu Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Bandung Turun

2 Minggu Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Bandung Turun

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 09 Jun 2017 15:52 WIB
2 Minggu Jelang Lebaran, Harga Bahan Pokok di Bandung Turun
Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Memasuki pertengahan bulan Ramadan 2017, harga kebutuhan pokok masyarakat di Kota Bandung mengalami penurunan. Musim panen, dianggap menjadi faktor penurunan sejumlah harga tersebut.

Di Pasar Kosambi, Jalan Ahmad Yani, Kota Bandung, harga telur yang sebelum puasa berada di kisaran Rp 24 ribu, turun sedikit menjadi Rp 22 ribu per kilogram.

"Dibanding sebelum bulan puasa, harganya memang turun, tetapi sedikit, cuma Rp 2.000," ucap Rus (45) pemilik kios telur saat ditemui di Pasar Kosambi, Jumat (9/6/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk daya beli sendiri, sambung Rus, terbilang masih stabil. Belum ada peningkatan jumlah pembeli telur.

"Normal saja kalau pembeli. Satu hari tiga pak habis," tuturnya.

Daging-dagingan di Pasar Kosambi juga mengalami penurunan harga. Namun penurunannya belum terlalu signifikan.

Harga daging ayam turun menjadi dari Rp 35 ribu menjadi Rp 32 ribu per kilogramnya. Sementara harga daging sapi, masih normal berkisar di harga Rp 125 ribu per kilogram.

"Daging ayam turunnya sedikit. Tetapi nanti biasanya ketika mau lebaran, harga kembali naik. Biasanya sampai Rp 38 ribu per kilonya," tutur Imas (67) pemilik kios daging ayam.

Penurunan harga juga terjadi di berbagai macam jenis sayuran. Di Pasar Cicadas, sejumlah sayuran turun harga di pertengahan bulan Ramadan ini.

Harga cengek yang sempat melambung di Rp 120 ribu perkilogramnya turun drastis ke Rp 30 ribu. Bawang putih dari Rp 60 ribu turun menjadi Rp 40 ribu per kilogramnya. Sementara bawang merah, dari Rp 28 ribu, kini menjadi Rp 20 ribu.

"Karena sekarang ini lagi musim panen, jadi harga-harga turun, soalnya stok banyak. Kalau musim tanam, pasti harganya tinggi," tutur Rizal (18) pedagang sayuran di Pasar Cicadas.

Meski daya beli masyarakat masih stabil, namun ia menyebut omzet yang ia dapat justru kurang.

"Barangnya murah-murah. Jadi misalnya yang biasa beli Rp 200 ribu cuma tiga barang, sekarang Rp 150 ribu saja bisa berbagai macam barang," katanya.

(ern/ern)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads