Petugas terminal beralasan kondisi bus tersebut rusak atau tidak laik jalan karena kaca bagian depan retak serta membahayakan. Namun alasan tersebut tak bisa diterima oleh Pudji lantaran semua kendaraan wajib mengikuti uji kelaikan meski secara kasat mata sudah terlihat membahayakan.
"Kalau memang tidak laik kan prosedurnya ditilang dulu," tegas Pudji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pudji mengatakan, saat melihat uji kelaikan pada bus pertama dia tidak mendapati kerusakan sehingga bus dinyatakan lulus. "Tadi bus pertama oke, hanya kebiasaan sopirnya suka lupa pakai sabuk pengaman. Nah yang kedua tadi bus mau masuk (terminal) tapi diusir. Prosedur yang benar itu semua harus diuji. Ini belum apa-apa diusir karena kaca pecah, seharusnya diuji dulu. Nanti bisa ditilang atau kalau fatal disuruh masuk pul," tutur Pudji.
Bukan hanya soal kelaikan bus, Pudji menyoroti kebersihan terminal. Menurut dia, masih ada kotoran yang menempel dan sangat mengganggu di area publik seperti sarang laba-laba di ruang tunggu penumpang.
"Padahal ini bukan sidak, ini sudah terjadwal. Seharusnya tidak perlu disuruh (dibersihkan) itu jadi tanggung jawab terminal," ucapnya.
Dirjenhub Darat Kemenhub Pudji Hartanto mengecek kondisi toilet Terminal Harjamukti Cirebon. Foto: Tri Ispranoto |
Sementara itu Koordinator Terminal Harjamukti, Edi Kurniadi mengaku, bus yang tadinya diusir telah dilakukan pengecekan. Hasilnya bus tidak laik jalan dan diberi sanksi tilang karena kaca pecah dan tidak membawa nomor kontrol.
"Sejauh ini dari hasil uji pada kendaraan-kendaraan yang masuk ke terminal belum ditemukan kesalahan fatal. Hanya sebatas sabuk pengaman yang tidak optimal dan speedometer yang tidak berfungsi," ucap Edi.
Lantaran dianggap membahayakan bus yang ditilang tersebut tidak diperkenankan beroperasi. Sementara penumpang yang sudah terlanjur naik ke dalam bus langsung dipindahkan dan diberangkatkan menggunakan kendaraan lain. (bbn/bbn)












































Dirjenhub Darat Kemenhub Pudji Hartanto mengecek kondisi toilet Terminal Harjamukti Cirebon. Foto: Tri Ispranoto