Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodhari mengatakan survei dilakukan di 27 kabupaten/kota se-Jabar pada 17-23 Mei 2017 dengan jumlah responden 800 orang, margin of error 3,46 persen, dan tingkat kepercayaan 95 persen.
"Maksud dan tujuan survei untuk melihat dinamika permasalahan di Jabar, pilihan calon gubernur, kriteria calon gubernur, pilihan parpol serta isu yang berkembang pasca pilkada DKI Jakarta," kata Qodhari di Hotel Savoy Homan, Kota Bandung, Selasa (6/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kondisi ini merip dengan survei Februari lalu, di mana sulitnya lapangan pekerjaan 18,5 persen (naik 5 persen) dan mahalnya harga sembako 12,9 persen (naik 5 persen)," ungkap dia.
Untuk tingkat kepuasan terhadap kinerja Ahmad Heryawan sebagai gubernur, kata dia, sebanyak 52,6 persen menyatakan puas. Sementara kepuasan terhadap Deddy Mizwar sebagai wakil gubernur mencapai 47,2 persen.
"Kalau dibandingkan dengan Februari lalu, Aher turun sedikit. Sedangkan Deddy Mizwar naik," jelas dia.
Dalam survei kali ini, kata dia, muncul juga alasan terbanyak memilih gubernur berwibawa (13 persen), dekat dengan rakyat (12,3 persen), pintar atau intelektual (11,5 persen), kinerjanya bagus (9,4 persen), dan berpengalaman (8,5)
"Berdasarkan hasil survei, responden menyukai (sebelumnya tertulis memilih) tiga sosok yaitu Ridwan Kamil (88,7 persen), Deddy Mizwar (83 persen), dan Dedi Mulyadi (80,9 persen)," tutur Qodhari.
Untuk partai politik dengan pilihan tertinggi jika pemilu legislatif digelar hari ini, PDIP ada di posisi teratas dengan raihan 11,4 persen, berikutnya adalah Golkar (8,1 persen), (Gerindra 7,1) persen, PKS (4,4 persen), dan PPP (2,5 persen).
(ern/ern)











































