Selain intensitas hujan yang turun cukup deras dengan durasi yang cukup lama sekitar delapan jam dari Pukul 20.00-03.00 WIB, tanggul anak Sungai Tatikolot yang berada di kampung tersebut jebol dan air meluap ke pemukiman warga hingga mengakibatkan banjir.
"Sudah sejak dua tahun ke belakang tanggul tersebut jebol, hingga kini belum ada penanganan serius dari pemerintah atau dinas terkait," kata Ketua RW 09 Dadang Didi saat ditemui detikcom di kediamannya, Selasa (6/6/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga bulan, kejadian serupa melanda kampung tersebut. Puluhan rumah warga terendam banjir, harta benda dan prabotan warga pun menjadi korban karena terendam air.
"Tiga bulan lalu pernah ada yang ngecek ada dari Koramil dan kecamatan, pihak kecamatan juga memberikan karung sekitar 50 untuk menambal tanggul tersebut, sampai sekarang belum terrealisasi. Sampai banjir datang kembali dan rumah warga yang menjadi korban," jelasnya.
Bukan hanya jebol, kondisi sungai saat ini menjadi dangkal dan lebar sungai semakin menyempit. "Kondisi sungainya sudah menghawatirkan, sudah dangkal dan menyempit akibat sampah dan lumpur yamg tutun dari hulu ke hilir," tambah Dadang.
Pantauan detikcom, meski air sudah sedikit surut banjir masih merendam kampung tersebut. Puluhan rumah dan jalan kampung masih tergenang dengan ketinggian air sekitar 20-50 cm. Sejumlay warga pun sedang membersihkan rumah dan mengeduk air dari dalam rumah.
Sementara itu, Lilis (56) warga setempat berharap kepada Pemkab Bandung untuk segera membenarkan tanggul sungai yang jebol tersebut. "Kalau terus dibiarkan, banjir akan terus terjadi. Tolong pak bupati bantu kami yang sering kebanjiran," harapnya. (ern/ern)











































