Pria yang karib disapa Emil itu mengatakan melihat kondisi bangsa saat ini, momen 1 Juni menjadi relevan untuk membangkitkan kembali nilai-nilai Pancasila.
"Satu Juni ini, nilai Pancasila menjadi relevan. Titipan saya, jangan jadi pemadam kebakaran. Ketika ada problem baru rindu, baru diskusi. Harusnya ada atau tidak ada problem kita perkuat," ujar Emil, panggilan akrab Ridwan Kamil di Pendopo, Jalan Dalem Kaum, Rabu (31/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sedih pendidikan Pancasila tidak mendapat porsi yang cukup. Saya generasi yang ada PMP-nya. Bosen enggak bosen, tapi nempel di kepala. Nah anak-anak sekarang gimana mendidiknya kan," ungkapnya.
Di Kota Bandung, upaya Ridwan Kamil untuk menanamkan nilai Pancasila dan Nasionalisme. Dengan menghadirkan Kurikulum Bandung Masagi yang di dalamnya ada bela negara.
"Jadi Bandung memback-up dengan Bandung Masagi yang ada bela negaranya. Tapi itu enggak cukup. Itu hanya upaya kami di Bandung, harusnya di Nasional," ucapnya.
Untuk itu pria yang kerap memakai peci ini meminta kepada pemerintah pusat untuk menghadirkan kembali Pendidikan Pancasia.
"Kalau saya boleh petisi ke pemerintah Nasional, tolong hadirkan lagi Pendidikan Pancasila. Bentuknya terserah, tapi itulah kekurangan di anak-anak SD," tandasnya.. (avi/ern)











































