Perban masih menempel di kepala bagian kiri Robi (50) saat datang ke Mapolrestabes Bandung. Robi salah satu dari sekian korban kesadisan kawanan geng motor yang menyambi begal di Kota Bandung.
Insiden pembacokan ini dialami Robi saat hendak ke Gereja Pandu pada Minggu (21/5) lalu. Dia yang tengah berjalan bersama istri dan anaknya menuju ke Gereja, tiba-tiba didatangi gerombolan penjahat jalanan.
"Ketika lagi jalan saya melihat memang ada empat motor lagi diam, ketika lewat motor itu tiba-tiba motor mulai bergerak," tutur Robi di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (30/5/2017).
Baca juga: Polisi Tangkap Kawanan Geng Motor Nyambi Begal Sadis di Bandung
Robi yang berjalan lebih dulu di depan istri dan anaknya itu mulai curiga. Sewaktu menoleh ke belakang, kecurigaannya terbukti. Istri dan anaknya didatangi komplotan begal sadis.
"Saat saya mau menyelamatkan anak dan istri saya, saya dihantam. Enggak lihat senjatanya apa, tetapi kepala saya robek," kata pria berkacamata ini.
Para pelaku sukses menggondol tas milik anaknya yang berisi ponsel. Sementara tas milik istrinya, gagal direbut pelaku.
Ia pasrah barang berharganya diambil. Namun, akibat peristiwa itu, keluarganya mengalami luka cukup serius.
"Saya mendapat tujuh jahitan di kepala. Anak saya jempolnya nyaris putus, sementara istri saya terjauh. Waktu dibawa ke rumah sakit diduga tulang ekor patah, tetapi saat dicek lagi ke dokter, ternyata dislokasi, keseleo. Istri saya belum bisa duduk maksimal sampai sekarang," tutur Robi.
Insiden pembacokan ini dialami Robi saat hendak ke Gereja Pandu pada Minggu (21/5) lalu. Dia yang tengah berjalan bersama istri dan anaknya menuju ke Gereja, tiba-tiba didatangi gerombolan penjahat jalanan.
"Ketika lagi jalan saya melihat memang ada empat motor lagi diam, ketika lewat motor itu tiba-tiba motor mulai bergerak," tutur Robi di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Selasa (30/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Robi yang berjalan lebih dulu di depan istri dan anaknya itu mulai curiga. Sewaktu menoleh ke belakang, kecurigaannya terbukti. Istri dan anaknya didatangi komplotan begal sadis.
"Saat saya mau menyelamatkan anak dan istri saya, saya dihantam. Enggak lihat senjatanya apa, tetapi kepala saya robek," kata pria berkacamata ini.
Para pelaku sukses menggondol tas milik anaknya yang berisi ponsel. Sementara tas milik istrinya, gagal direbut pelaku.
Ia pasrah barang berharganya diambil. Namun, akibat peristiwa itu, keluarganya mengalami luka cukup serius.
"Saya mendapat tujuh jahitan di kepala. Anak saya jempolnya nyaris putus, sementara istri saya terjauh. Waktu dibawa ke rumah sakit diduga tulang ekor patah, tetapi saat dicek lagi ke dokter, ternyata dislokasi, keseleo. Istri saya belum bisa duduk maksimal sampai sekarang," tutur Robi.
Kawanan begal yang ditangkap polisi. Foto: Dony Indra Ramadhan |
Kisah soal sadisnya begal di Bandung turut diungkapkan M. Dicky Noviana (32). Dia menjadi korban begal di Jalan Sukagalih, Sukajadi, Kota Bandung, Senin (15/5) lalu, pukul 00.30 WIB.
"Waktu itu handphone saya bunyi, saya ke pinggir jalan dulu buat cek handphone. Tapi tiba-tiba kepala saya dipukul," ucap Dicky di Mapolrestabes Bandung.
Selain memukul kepala Dicky, pelaku yang datang bergerombol itu juga membacok punggung Dicky menggunakan celurit sebanyak tiga kali. Lebih sadisnya lagi, salah seorang pelaku memakai pisau daging membacok lengan Dicky.
"Karena tangan saya masih memegang motor, tangan kanan saya dibacok pakai pisau daging," ujar Dicky.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo mengatakan, insiden yang dialami Robi dan Dicky dilakukan komplotan begal yang sama. Satreskrim Polrestabes Bandung telah menangkap para pelaku yang jumlahnya 14 orang.
Para pelaku masing-masing empat orang dewasa yakni AI (20), DJ (21), LS (22), dan seorang wanita KA (25). Sedangkan 10 lelaki di bawah umur berinisial IK (15), AR (15), RH (16), ER (16), RF (16), MI (17), RB (17), RS (17), DA (17), dan TY (17).
"Sebelum melakukan aksinya, mereka didahului dengan menenggak miras (Minuman Keras) di Taman Flexi, Dago," kata Hendro didampingi Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M. Yoris Maulana.
Menurut Hendro, kawanan begal ini memang sadis saat melakoni aksi di jalanan. Mereka tak segan melukai dan mengambil barang berharga korban.
"Korban dijambak, ditodong pakai senjata tajam, hingga dibacok," kata Hendro.












































Kawanan begal yang ditangkap polisi. Foto: Dony Indra Ramadhan