Meski belum ada keputusan resmi, mereka meminta DPW Partai Keadilan Sejahtera Jawa Barat meninjau ulang rencana pengusungan istri Gubernur Jawa Barat tersebut.
Menurut Ketua Presidium AMPJ, Roinul Balad masih banyak kaum pria yang lebih sanggup memimpin provinsi dengan jumlah penduduk 46 juta jiwa ini. "Banyak pihak yang tidak akan menerima bila ada sosok perempuan menjadi pemimpin," katanya saat jumpa pers, di Rumah Makan Sindang Reret, Jalan PHH.Mustofa, Kota Bandung, Senin (29/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, pihaknya memahami di era demokrasi seperti sekarang ini. Siapapun memiliki hak yang sama dalam politik. "Ini alam demokrasi. Siapapun boleh menyampaikan aspirasi. Tapi kami hara partai politik meninjau ulang bila akan mengusung perempuan," ujarnya.
Dihubungi terpisah, Ketua Tim Pemenangan Pilgub Jabar dan Pilkada Serentak 2018 PKS Jabar, Ridho Budiman menilai wajar ada penolakan dengan rencana pengusungan Netty Heryawan. "Kalau saya menganggap wajar siapapun yang ingin menang dalam kontestasi politik, termasuk bila ada serangan politik," ucapnya.
Serangan politik yang ditujukan kepada Nety Heryawan adalah terkait isu gender dan isu dinasti politik. "Di luar sana sudah muncul isu dinasti politik dan masalah penolakan ada kader perempuan. Politik kan gitu ada dinamika. Tapi kami sudah mengantisipasinya," ucapnya.
Saat ini pihaknya lebih fokus untuk mengenalkan kedua kandidat yang akan dicalonkan yakni Netty Heryawan dan Ahmad Syaikhu. "Kami sudah menginstruksikan ke daerah-daerah untuk mensosialisasikan dua calon dari PKS," ujarnya.
(ern/ern)











































