Kasi Tibum Tramas Satpol PP Kota Cirebon Asep K mengatakan awalnya para PKL akan ditertibkan hari ini karena dianggap telah membuat kemacetan di Jalan Kartini yang merupakan pusat kota. Selain itu, penertiban didasari permintaan para jamaah kepada pengurus masjid yang merasa terganggu dengan keberadaan para PKL, terutama saat jamaah hendak parkir dan beribadah di masjid.
"Tapi tadi sudah ada perwakilan PKL dan pengurus masjid. Hanya karena mereka (PKL) sudah pada masak jadi alasan kemanusiaan, hari ini terakhir boleh dagang," kata Asep usai pertemuan dengan PKL di salah satu ruangan Masjid At Taqwa, Senin (29/5/2017).
PKL di depan Masjid Raya At Taqwa Cirebon. Foto: Tri Ispranoto |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang pengurus masjid, Andi Mulya mengatakan, selama ini banyak jamaah yang mengeluhkan keberadaan PKL tersebut lantaran menyebabkan kemacetan, susah parkir, hingga alasan keamanan. "Banyak masukan masuk terkait PKL itu. Ada yang disampaikan langsung ada juga yang melalui surat ke masjid," ucap Andi.
Sementara itu dalam pertemuan antara PKL, perwakilan masjid, dan Satpol PP itu para pedagang meminta agar penertiban tidak tebang pilih. Para pedagang mengaku siap pindah asalkan penertiban dilakukan menyeluruh.
"Kalau memang tidak boleh ya semuanya ditertibkan. Jangan sampai buat orang lain iri," tutur seorang PKL.
"Kami selalu melakukan penertiban. Hanya saja pedagang suka kucing-kucingan. Kami pergi, pedagangnya ada," ujar Asep memberi penjelasan.
Satpol PP Kota Cirebon bersama pengurus masjid dan perwakilan PKL berdialog. Foto: Tri Ispranoto |
Banyaknya pedagang membuat kemacetan di Jalan Kartini cukup parah. Sebab pada hari biasa saja di jalan ini kerap terjadi antrean panjang terlebih jika jadwal kereta api melintas tak jauh dari Masjid At Taqwa. (bbn/bbn)












































PKL di depan Masjid Raya At Taqwa Cirebon. Foto: Tri Ispranoto
Satpol PP Kota Cirebon bersama pengurus masjid dan perwakilan PKL berdialog. Foto: Tri Ispranoto