Sinergi antara Polri dan sejumlah elemen masyarakat Bandung berlangsung di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Jabar, Senin (29/5/2017). Dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk 'Peranan Polrestabes Bandung dalam menanggulangi dampak negatif media sosial guna mencegah intoleransi dalam rangka terpeliharanya kebinekaan' hadir perwakilan warga dari mulai polisi, personel linmas, tokoh agama, dan Pemkot Bandung.
"Kita mencari formulasi dan bersinergi untuk menanggulangi berita-berita hoax di medsos ini," ujar Seksi Pendidikan Sespima Polri angkatan 57 kelompok D, AKP Amri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada proses preemtif dan preventif sebelum represif. Sehingga perlu bagaimana menanamkan nilai-nilai positif penggunaan medsos dan itu kita enggak bisa kerja sendiri," tuturnya.
Hadir perwakilan warga antara lain polisi, personel linmas, tokoh agama, dan Pemkot Bandung. Foto: Dony Indra Ramadhan |
"Upayanya bisa dengan cara menyampaikan langsung apa yang perlu dilakukan agar tidak terjadi (penyebaran hoax)," kata Amri.
Dia menambahkan, sinergitas dengan elemen masyarakat di Kota Bandung ini perlu dilakukan. Apalagi mengingat, Kota Bandung dan Jawa Barat akan menggelar Pilkada serentak pada 2018 mendatang. Berita-berita hoax di medsos khususnya terkait intoleransi menjelang atau selama proses Pilkada serentak perlu diantisipasi.
"Jangan sampai isu intoleransi memuncak dan menjadi ekses yang tidak diinginkan di Bandung," ujar Amri. (bbn/bbn)












































Hadir perwakilan warga antara lain polisi, personel linmas, tokoh agama, dan Pemkot Bandung. Foto: Dony Indra Ramadhan