Pemuda yang aktif menjadi praktisi kepemudaan dan sosial ini mengatakan tengah mempersiapkan diri untuk bersaing dalam Pilwalkot Bandung 2018. Salah satunya dengan merangkul anak-anak muda yang menjadi potensi di Kota Bandung.
"Memang masih cukup lama dan panjang (Pilkada). Tapi mengapa tidak diungkapkan sejak dini, untuk menjalin silaturahi dengan calon pemilih anak muda," kata Rizky kepada wartawan di salah satu rumah makan di Jalan Aceh, Kota Bandung, Jumat (26/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut dia menuturkan dengan sumber daya manusia yang berkualitas maka berdampak positif terhadap pembangunan lainnya. Sehingga, sistem yang terbentuk sedemikian rupa bisa berjalan dengan baik sesuai cita-cita bersama.
"Pembangunan manusianya dulu, sambil berjalan pembangunan infrastruktur. Sistem bagus tapi masyarakatnya enggak bagus, sama saja bohong. Smart city harus dengan smart citizen," jelas pemuda kader DPC Nasdem Kota Bandung ini.
Lulusan Ilmu Hukum Unpar ini sadar untuk menciptakan sumber daya manusia berkualitas tidak mudah. Sehingga, pemerintah mendatang harus bisa memberikan akses lebih dalam hal pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
"Saat ini sudah saatnya mengutamakan yang lebih muda. Pemimpin muda yang ditonjol ke depan. Karena anak muda biasanya lebih nyambung dengan usia sebayanya," ungkap Wakil Ketua Bidang Ekonomi Nasdem Kota Bandung.
Rizki mengaku tidak akan gentar melawan para pesaingnya yang lebih berpengalaman dalam politik. Pasalnya, dia memiliki strategi khusus yang sudah dipersiapkan seperti mengkombinasikan metode konvensional dan kekinian.
"Memang saya ini produk baru di pasar lama. Berarti yang dibutuhkan inovasi dan penetrasi di lapangan. Tentunya untuk meningkatkan elektabilitas dan popularitas saya akan menggunakan media sosial," kata Rizky. (ern/ern)










































