Potensi-potensi kerjasama yang terjalin ini, sebelumnya dibahas dalam seminar Triple Helix Indonesia - Sweden Perspectives di Aula Barat ITB,. Jalan Tamansari, Kota Bandung, Rabu (24/5/2017). Dalam kesempatan itu muncul poin-poin kerjasama.
Dalam seminar itu hadir Rektor Lund Univerity Sweden Viktor Owall, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, CEO of Lundavision and co founder of IDEON Science Park Sven Thore Holm, Rektor ITB Kadarsah Suryadi dan Raja Gustaf dan Ratu Silvia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Miming menjelaskan kesepakatan kerjasama yang tercapai di antaranya yaitu tentang smart city. Pasalnya, ada beberapa teknologi Swedia yang dinilai bisa ditiru dan diaplikasikan di Indonesia.
"Di sana teknologinya sudah cukup canggih kita bisa belajar. Banyak topik di antaranya smart city, kita akan aplikasikan," ungkap dia.
Selain soal smart city, kata dia, pihaknya juga akan mengembangkan riset bersama di beberapa elektrikal engineering, pengembangan software. Tidak hanya itu, ITB juga berniat mempelajari skema triple helix yang dikembang oleh Swedia.
"Nah tadi saya mendapat penjelasan beberapa pelaku industri di Swedia, bahwa pemerintah mengembangkan suatu pabrik span suatu dana dari pemerintah yang bisa dimanfaatkan oleh start up company. Jadi para pengusaha yang punya ide, untuk mengembangkan kegiatan ekonomi itu diberikan pinjaman lunak oleh pemerintah," terang dia.
(ern/ern)











































