Salah satu warga yakni Dani Ramdan (35) bersama istrinya Lina (28), warga Parahyangan Kencana, Cangkuang, serta elasan warga lainnya begitu antusias saat berbelanja ke posko operasi pasar murah.
"Harganya murah dan dekat dari rumah, jadi tidak perlu berangkat ke pasar," kata Dani kepada detikcom di depan Mapolres Bandung, Jalan Bhayangkari, Soreang, Jawa Barat, Senin (22/5/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa diungkapkan warga lainnya, Dian (28), operasi pasar yang diinisiasi oleh Polda Jawa Barat di tingkat Polres itu membantu meringankan pengeluaran rumahtangga. "Harga bawang di sini hanya Rp 38 ribu, sedangkan di pasar bisa mencapai Rp 50 ribu, jadi saya beli di sini," ungkap Dian.
Selain harga murah, Dian juga menuturkan belanja sembako di posko operasi pasar mutah Polres Bandung lebih menghemat ongkos. "Lumayan beli kesini tinggal jalan kaki saja, tidak usah pakai ongkos. Kalau ke pasar Banjaran atau Soreang harus pakai ongkos Rp 3.000," tuturnya
Sementara itu, Kasubag Humas Polres Bandung AKP Eti Mulyati, menerangkan operasi pasar murah tersebut digelar untuk meringankan beban masyarakat dengan menjual sembako harga murah menjelang bulan Ramadan.
"Untuk meringankan masyarakat dengan harga yang tidak terlalu mahal seperti di pasar atau di swalayan dan toko moderen, karena harganya sudah ditetapkan sebelumnya," terangnya.
Dalam operasi pasar itu, harga beras dijual Rp 40.000 per 5/kg, bawang merah Rp 20.000 per/kg, bawang putih Rp 38.000 per/kg, gula pasir Rp 12.500 per/kg, daging sapi Rp 80.000 per/kg dan minyak goreng Rp 12.500 per/kg.
Operasi pasar murah tersebut akan digelar hingga H-1 lebaran. Penjualannya tidak dibatasi, begitupun jumlah pembeliannya. Eti mempersilakan jika stok sembako masih banyak, masyarakat bisa datang dan memberitahukan kepada rekan-rekannya dan keluarganya.
"Masih banyak dan akan kami layani untuk mendapatkan sembako murah di hari Sabtu dan Minggu juga," ujarnya.
Eti menegaskan, meskipun masyarakat tidak dibatasi pembelian sembakonya, namun pihaknya tetap membatasi jika terjadi penimbunan stok sembako oleh oknum masyarakat. "Tdak akan terjadi, kami juga akan menghafal siapa yang beli, sedikitnya kita akan melakukan survey ke masyarakat, karena ini untuk golongan menengah ke bawah," katanya.
Sejak operasi pasar murah digelar sekitar Pukul 10.00 WIB, sedikitnya puluhan pengunjung telah mampir ke posko operasi pasar murah. "Alhamdulillah membludak, banyak barang yang ke luar, karena dekat dari sini ada pemukiman," ujarnya
Eti menambahkan, ketersediaan sembako di posko tersebut mencukupi hingga hari raya nanti. Kalaupun stok sembako menyusut, pihaknya akan segera mengkomunikasikan kepada Polda Jabar.
"Kita laporkan karena gudangnya tidak memadai, ini kebijakan dari Kapolda Jabar dan didukung oleh kapolres kami untuk meringankan beban ekonomi masyarakat," pungkasnya.
(avi/avi)










































