Area Rawan Kecelakaan di Tol Cipularang Dipasang Garis Kejut

Area Rawan Kecelakaan di Tol Cipularang Dipasang Garis Kejut

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Senin, 22 Mei 2017 15:27 WIB
Area Rawan Kecelakaan di Tol Cipularang Dipasang Garis Kejut
Tol Cipularang. Foto: Nugroho Tri Laksono/detikcom
Bandung - Polda Jawa Barat akan menambah sarana dan prasarana di Tol Cipularang kilometer 90 hingga kilometer 100 arah Bandung ke Jakarta. Area tersebut merupakan lokasi maut karena sering terjadi kecelakaan hingga mengakibatkan korban jiwa.

Dalam kurun waktu sepekan, dua insiden kecelakaan terjadi di Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Pada Kamis (18/5) lalu, kecelakaan beruntun terjadi di kilometer 91 yang mengakibatkan 4 orang tewas. Kecelakaan kembali terjadi pada Minggu (21/5) di kilometer 97 yang mengakibatkan satu orang tewas.

Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan mengimbau masyarakat agar waspada sewaktu melintas di Tol Cipularang. Sebab, kata Anton, Tol Cipularang berbeda dengan jalut tol lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tol Cipularang ini kan jalurnya naik turun dan sering berkabut. Jadi tolong jaga jarak dan kecepatan. Kalau terlalu cepat tiba-tiba berhenti saat jalan menurun bisa saja terjadi," kata Anton di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (22/5/2017).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menyebut titik kilometer 90 hingga 100 merupakan titik paling rawan terjadinya kecelakaan.

"Titik itu memang black spot ya, selama ini yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas di situ," ujar Yusri.

Dia menjelaskan, titik tersebut rawan lantaran kontur jalannya yang menurun dan berkelok. Pengendara kerap terlena hingga terlambat mengantisipasi pengereman hingga akhirnya terjadi kecelakaan.

Langkah mencegah kembali terjadinya kecelakaan, sambung Yusri, Polda Jabar berencana membuat posko terpadu dan garis kejut. Tujuannya agar para pengendara tidak mengantuk saat memacu mobilnya.

"Perlu adanya rambu dan penerangan. Kedepannya akan ada garis kejut. Patroli lebih ditingkatkan baik dari Polda, Jasa Marga, atau dari Dinas Perhubungan. Adanya patroli mengingatkan pengemudi untuk tetap siaga saat berkendara," tutur Yusri. (bbn/bbn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads