Dalam kurun waktu sepekan, dua insiden kecelakaan terjadi di Tol Cipularang, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Pada Kamis (18/5) lalu, kecelakaan beruntun terjadi di kilometer 91 yang mengakibatkan 4 orang tewas. Kecelakaan kembali terjadi pada Minggu (21/5) di kilometer 97 yang mengakibatkan satu orang tewas.
Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan mengimbau masyarakat agar waspada sewaktu melintas di Tol Cipularang. Sebab, kata Anton, Tol Cipularang berbeda dengan jalut tol lainnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menyebut titik kilometer 90 hingga 100 merupakan titik paling rawan terjadinya kecelakaan.
"Titik itu memang black spot ya, selama ini yang sering terjadi kecelakaan lalu lintas di situ," ujar Yusri.
Dia menjelaskan, titik tersebut rawan lantaran kontur jalannya yang menurun dan berkelok. Pengendara kerap terlena hingga terlambat mengantisipasi pengereman hingga akhirnya terjadi kecelakaan.
Langkah mencegah kembali terjadinya kecelakaan, sambung Yusri, Polda Jabar berencana membuat posko terpadu dan garis kejut. Tujuannya agar para pengendara tidak mengantuk saat memacu mobilnya.
"Perlu adanya rambu dan penerangan. Kedepannya akan ada garis kejut. Patroli lebih ditingkatkan baik dari Polda, Jasa Marga, atau dari Dinas Perhubungan. Adanya patroli mengingatkan pengemudi untuk tetap siaga saat berkendara," tutur Yusri. (bbn/bbn)











































