DetikNews
Jumat 19 Mei 2017, 18:01 WIB

Banyak Korban Berjatuhan, Puluhan Ribu Botol Miras di Bandung Dimusnahkan

Wisma Putra - detikNews
Banyak Korban Berjatuhan, Puluhan Ribu Botol Miras di Bandung Dimusnahkan Foto: Wisma Putra
Bandung - Jelang Ramadan, puluhan ribu botol minuman keras berbagai merk di Majalaya, Kabupaten Bandung dimusnahkan. Selama ini peredaran miras di wilayah ini mengkhawatirkan. Dalam lima bulan terakhir, tercatat 128 orang jadi korban kejahatan yang ditimbulkan pengaruh miras.

Pemusnahan puluhan ribu botol miras tersebut dipimpin langsung oleh Camat Majalaya, Ajat Sudrajat dengan disaksikan oleh Polsek Majalaya, Polres Bandung, perwakilan dari Markas Besar (Mabes) Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kodim 0609, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung, Kejaksaan Tinggi Bale Bandung, Pengadilan Negeri Bale Bandung, LSM serta ormas islam di Kecamatan Majalaya.

"Kami melakukan pemusnahan 47 ribu botol miras berbagai jenis untuk menjaga kekhidmatan bulan ramadan," kata Ajat Sudrajat saat ditemui pada prosesi pemusnahan miras di Jalan Kaum, Alun-alun, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jum'at (19/5/2018).

Pantauan Detikcom, pemusnahan botol-botol haram itu dengan menggunakan alat berat stoom disaksikan ratusan warga Majalaya, selain itu belasan petugas SatpolPP dan Linmas Kecamatan Majalaya pum turut membantu merapikan pecahan botol dengan menggunakan skop dan mengeluarkan botol dari dus.

Banyak Korban Berjatuhan, Puluhan Ribu Botol Miras di Bandung DimusnahkanFoto: Wisma Putra


Menurut Ajat kondisi warga majalaya yang menengak minuman beralkohol sangatlah menghawatirkan. Miras ini telah dikonsumsi berbagai kalangan, bahkan sudah menyasar pelajar hingga tingkat SD.

Bahkan, kata dia, penyebab terjadinya kejahatan di Majalaya karena miras menimbulkan orang meninggal, buta penglihatan, pemerkosaan, KDRT, dan perkelahian masal di Majalaya," ujar Ajat. Tercatat ada 128 warga yang menjadi korban akibat miras ini.

Salahsatu korban akibat miras, yaitu Dwikaraksa (20), turut hadir dalam pemusnahan ini. Ia kehilangan tiga jari kanannya dan tangan kirinya yang putus akibat sabetan samurai oleh komplotan bermotor saat malam pergantian tahun 2017 silam. Pelaku diketahui dalam pengaruh minuman keras.

Dwikaraksa (20) korban dari pelaku yang tengah mabokDwikaraksa (20) korban dari pelaku yang tengah mabok Foto: Wisma Putra


Dwi menceritakan hingga saat ini masih teringat tiga orang yang membantainya. Ketiga orang tersebut mabuk, itu terlihat dari aroma mulut mereka bau khas alkohol. Selain itu gaya berjalannya pun sempoyongan.

"Sudah laporan ke polisi, waktu itu tidak ada saksi jadi proses hukumnya tidak dilanjutkan. Karena saat pristiwa itu terjadi, anak-anak yang tadinya bermalam tahun baruan dengan saya sudah pada lari ketakutan," jelasnya.

Ia mengaku kesulitan beraktivitas. Pekerjaannya sebagai pedagang ayam potong tak bisa lagi dilakukannya.
(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed