DetikNews
Kamis 18 Mei 2017, 12:20 WIB

Permudah Bayar Pajak Kendaraan, Jabar Luncurkan Sipolin dan Sadesa

Mochamad Solehudin - detikNews
Bandung - Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar bersama Polda Jabar dan Jasa Raharja akan meluncurkan sistem layanan aplikasi terbaru, yakni Sistem Informasi Pajak Online (Sipolin) dan Samsat Desa (Sadesa).

Kepala Bapenda Jabar Dadang Suharto menyatakan dua aplikasi ini diluncurkan untuk mempermudah masyarakat atau wajib pajak membayar pajak kendaraan bermotor. Selain itu peluncuran aplikasi ini juga diharapkan bisa lebih meningkatkan pendapatan pajak kendaraan bermotor di Jawa Barat.

"Untuk semakin mempermudah masyarakat membayar pajak kendaraan kami akan luncurkan lagi dua inovasi hasil kerjasama tim Pembina Samsat," kata dia saat dihubungi, Kamis (18/5/2017).

Rencana pihaknya bersama Dirlantas Polda Jabar dan Jasa Raharja akan meluncurkan sistem aplikasi Sipolin, Mingu (21/5/2017) ini. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Kapolda Jabar Anton Charliyan dijadwalkan hadir dalam peluncuran tersebut.

"Sipolin ini inovasi layanan elektronik selain e-Samsat, bisa diunduh di Playstore setelah dilaunching nanti," katanya.

Dia menjelaskan, melalui aplikasi ini masyarakat hanya tinggal memasukkan nomor kendaraan bermotor untuk mengetahui jumlah pajak kendaraan yang harus dibayar. Dari situ masyarakat bisa langsung terhubung untuk membayar pajak melalui SMS banking dari Bank BJB.

"Jadi bisa dibayar di rumah atau langsung ke Samsat," ucapnya.

Sementara Sadesa diluncurkan untuk memermudah wajib pajak yang ada di desa-desa potensial di seluruh Jabar. Rencananya akan ada tiga desa yang akan diujicoba terlebih dahulu dalam penerapan sistem ini.

Seperti di Desa Padaherang di Kabupaten Pangandaran, Patrol di Kabupaten Indramayu, dan Desa Parung Kabupaten Bogor. "Jadi kami menggenjot layanan ke lapangan salah satunya dengan Sadesa," ujar dia.

Dadang menambahkan, sistem Sadesa ini tidak akan didirikan di seluruh desa di Jabar. Namun tim Pembina Samsat akan melakukan pemetaan desa-desa mana yang memiliki jumlah wajib pajak cukup banyak. "Kalau jumlah kendaraan di satu desa cuma ada lima ya tidak perlu dibuka. Nanti kami bersama Polda Jabar akan memetakan," ucapnya.

Dia optimistis hadirnya dua inovasi ini akan memermudah masyarakat dan bisa mendongkrak pendapatan asli daerah dari sektor pajak kendaraan bermotor. Selain itu saat ini pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan di kantor-kantor Samsat yang ada di daerah.
(ern/ern)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed