Keluarga Suryo menyerahkan seluruhnya proses penyelidikan oleh polisi. Namun belum ada kabar terbaru yang diterima keluarga soal dugaan kematian Suryo. Jasad bapak satu anak yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu (10/5) lalu itu mengambang di Waduk Cirata, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Sabtu (13/5).
"Sampai sekarang belum ada berita apa-apa. Di luar, beritanya kok jadi simpang siur begitu. Makanya kita diam saja, terserahlah," kata Bambang Sudibyo, paman Suryo, saat dihubungi via telepon, Senin (15/5/2017).
Baca juga: Polisi: Dosen ITB Suryo Utomo Diduga Bunuh Diri
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menegaskan, guna mengetahui penyebab kematian Suryo, tentu harus berdasarkan hasil resmi autopsi yang dikeluarkan rumah sakit. "Semua kan harus dari autopsi. Autopsi kan dari pihak rumah sakit," kata Bambang.
Baca juga: Polisi: Dosen ITB Suryo Utomo Diduga Bakar Diri lalu Lompat dari Jembatan
Suryo hilang sejak Rabu (10/5) usai mengantarkan ibunya ke Terminal Leuwipanjang. Setelah itu, pria berkacamata tersebut tidak bisa dihubungi. Keluarga melaporkan hilangnya Suryo ke Polrestabes Bandung.
Pada Kamis (11/5), mobil Suryo ditemukan di kawasan Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Beberapa hari kemudian atau Sabtu (13/5), warga menemukan mayat pria mirip Suryo mengambang di Waduk Cirata, Kabupaten Cianjur. Setelah pengecekan, keluarga memastikan jasad tersebut ialah Suryo. (bbn/bbn)











































