Massa sempat terlihat menghentikan beberapa rekannya yang masih beroperasi. Sejumlah penumpang yang terlanjur naik ke angkot itu langsung diturunkan.
"Ada berbagai komunitas yang akan ikut bergabung. Kami memprotes kerusakan ruas jalan nasional yang menjadi lintasan utama angkutan kami. Akibat kondisi itu pendapatan sopir berkurang hingga 50 persen," kata koordinator aksi, Endang (42), kepada wartawan di Balai Pemeliharaan Jalan (BPJ) Wilayah II Dinas Binamarga Jabar, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, Senin (15/5).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Massa berangkat dari monumen Palagan Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi atau di ruas Sukabumi-Bogor. Usai menghimpun massa, rombongan ini bergerak ke kantor BPJ.
"Kami meminta pemerintah agar segera memperbaiki jalan yang berlubang dan Jembatan Pamuruyan yang nyaris putus. Kalau jalan mulus, penghasilan kami juga bagus," tutur Endang.
Sudah kali ketiga para sopir angkot menggelar aksi protes dan mogok jalan. Kini giliran kantor BPJ yang disambangi massa tersebut.
"Kami tidak akan berhenti melakukan aksi bila tuntutan kami tidak didengar. Mungkin nanti kalau hari ini masih juga tidak ada tanggapan, massa yang datang akan lebih banyak lagi," ucap Endang. (bbn/bbn)











































