"(Ada indikasi pembunuhan?) Bunuh diri," jawab dia singkat ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (15/5/2017).
Arief melanjutkan, berdasarkan laporan sementara otopsi yang dikeluarkan tim forensik RSUD Cianjur pada hari Minggu (14/5), terdapat luka-luka di 6 bagian tubuh pria 30 tahun tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil dari hasil otopsi yang dilakukan tim forensik RSUD Cianjur, terdapat luka-luka di sekujur tubuh Suryo Utomo.
"Pada bagian kepala ada luka terbuka tapi tidak rata. Luka sampai dengan dasar tulang kepala," kata Arief.
Selanjutnya, tim forensik juga menemukan 4 tulang iga di bagian dada sebelah kiri Suryo Utomo yang patah. Tak hanya tulang iga, dokter juga menyatakan terdapat patah tulang di bagian punggung kanan-kiri korban dan paha.
"Tulang iga 1, 2, 3, 4 patah. Di bagian punggung, ada patahan tulang punggung kiri dan kanan. Di bagian paha kanan (luka, red) patah tertutup," ujar Arief.
Dia menambahkan, terdapat luka bekas sayatan di lengan sebelah kiri, bagian atas tubuh korban serta gumpalan darah di bagian kepala dan dada korban.
"Ada resapan darah di bagian kepala dan dada," tutup dia.
Suryo dilaporkan hilang pada Rabu (10/5), usai mengantar ibunya ke Terminal Leuwipanjang. Ia tak kunjung pulang ke rumahnya di Jalan Sangkuriang. Keesokan harinya, mobil miliknya ditemukan di kawasan Ciranjang, Cianjur. Semua barang milik pribadinya ada di lokasi.
Dua hari kemudian, Sabtu sore (13/5), sesosok jasad laki-laki yang belakangan dipastikan Suryo ditemukan di Waduk Cirata, 15 kilometer dari lokasi temuan mobil Suryo. Jenazahnya sudah sulit dikenali.
Keluarga awalnya tidak yakin, namun setelah melihat kaos yang dipakai serta bekas tanda operasi di perutnya, akhirnya dipastikan jasad itu adalah Suryo Utomo.
(aud/rvk)











































