DetikNews
Kamis 11 Mei 2017, 13:31 WIB

Tablig Akbar di Garut, Massa Doakan Indonesia Damai dan Aman

Hakim Ghani - detikNews
Tablig Akbar di Garut, Massa Doakan Indonesia Damai dan Aman Massa yang datang ke acara tablig akbar di Garut ini dari sejumlah daerah di Jabar. Foto: Hakim Ghani
Garut - Massa mengikuti tablig akbar di Kabupaten Garut. Mereka berkumpul di lapangan terbuka untuk berdoa dan bersilaturahmi antarumat Islam.

"Di sini ada kurang lebih 20 ribu umat Islam. Kami disini bersilaturahmi, tidak ada unsur apapun di dalamnya, apalagi unsur politik. Kami juga di sini berdoa agar negara ini selalu damai dan aman," kata Ketua Panitia Penyelenggara, Cahyo Pihartono, kepada wartawan di Lapangan Alun-alun Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (11/5/2017).

Acara tersebut dimulai dengan gerakan salat subuh berjamaah di Masjid Agung Garut. Lalu menjelang tengah siang, massa mulai menyambangi Lapangan Alun-alun untuk mendengarkan ceramah.

Massa dari sejumlah daerah di Jabar ini berdatangan sejak kemarin malam. Sebagian mereka memilih menginap di Masjid Agung Garut.

"Massa datang dengan sukarela, tidak ada undangan khusus. Bahkan ada yang dari Bandung, Tasik, Ciamis hingga Cilacap yang sengaja datang," ucap Cahyo.

Selain laki-laki, tablig akbar bertema 'Silaturahmi Antar Umat Islam' ini diikuti oleh kaum wanita dan anak-anak. Bupati Garut Rudy Gunawan turut datang ke lokasi acara.

Tablig Akbar di Garut, Massa Doakan Indonesia Damai dan AmanMassa menghadiri tablig akbar di Lapangan Alun-alun Garut. Foto: Hakim Ghani

Kegiatan tersebut awalnya mengundang imam besar FPI Habib Rizieq Syihab. Namun Habib Rizieq berhalangan hadir.

"Imam besar berhalangan hadir, ada agenda lain. Diganti sama ustaz Jafar Sidiq (Wakil Ketua DPP FPI)," kata Cahyo.

Dalam acara ini, sejumlah orang membawa bendera Ar Rayah. Satu bendera itu dikibarkan dan dinaikkan ke tiang bendera di lapangan tersebut.

"Bendera Ar Rayah itu benderanya umat Islam, tapi memang identik dengan HTI. Siapapun yang berjihad di jalur Islam berhak mengibarkan bendera itu," ujar Cahyo.
(bbn/bbn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed