Berangkat dari keinginan merangkul warga binaan yang baru saja menghirup udara kebebasan, Heri Coet sang pendiri Pascorner lalu membangun sebuah kawasan usaha di seberang Lapas Banceuy, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.
Memanfaatkan lahan milik Lapas Banceuy, Heri bersama sejumlah donatur mendirikan beberapa unit usaha seperti cafe, babershop, cetakan pin, air brush, vape, steam mobil, clothing. Semuanya nanti akan dikelola oleh mantan warga binaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Mukhlis Dinillah |
"Pegawainya semua mantan napi. Ada sekitar 100 mantan warga binaan yang bergabung di sini (Pascorner)," kata Heri kepada wartawan di Pascorner, Rabu (10/5/2017).
Heri menceritakan Pascorner merupakan singkatan dari Pemasyarakatan Pojok. Dengan hadirnya Pascorner ini, diharapkan menjadi spirit untuk para mantan warga binaan agar bisa hidup normal di masyarakat.
Pria yang juga pernah menghuni lapas ini mengatakan stigma masyarakat tentang mantan napi tidak akan berubah baik ketika keluar penjara. Sehingga, Pascorner ini menjadi jawaban segala anggapan yang selama ini berkembang di masyarakat.
"Jadi dengan adanya Pascorner ini kami ingin membuktikan kalau mantan napi juga bisa berubah. Kami bisa bersosialisasi, bisa berkreasi dan mencari penghidupan yang halal," jelas dia.
Menurutnya para mantan warga binaan yang bergabung dengan berbagai latar belakang kasus ini tentu memiliki komitmen ingin berubah. Artinya mereka tidak ingin kembali ke dunia kelam yang pernah membawanya ke balik jeruji besi.
"Sebelum gabung ke sini kami ingin komitmennya untuk benar-benar berubah. Melupakan masa lalunya. Menatap kehidupan selanjutnya," kata Heri.
Keberadaan Pascorner tepat berseberangan dengan Lapas Banceuy. Rencananya, kawasan unit usaha ini akan diresmikan langsung oleh perwakilan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Grup Band Pas Band akan menghibur acara itu. (ern/ern)












































Foto: Mukhlis Dinillah