"Misalnya ada orang yang masuk sumur siapa yang tangani, ular masuk rumah sama siapa. Itu nanti tim reaksi cepat yang turun," kata Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, saat ditemui di rumah dinasnya, Jalan Rancabentang, Kota Bandung, Selasa (9/5/2017).
Selain itu, menurutnya, tim ini juga akan dibentuk hingga tingkat daerah. Setiap kabupaten/kota yang memiliki BPBD diminta untuk membentuk tim serupa. "Bagaimana membuat tim reaksi cepat di Provinsi dulu nanti kita inisiasi ke kabupaten dan kota yang sudah ada BPBD," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lokasi yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Dicky Saromi menyatakan, saat ini pihaknya sedang mengonsepkan surat edaran supaya kabupaten/kota di Jabar membentuk tim reaksi cepat. "Kita sudah konsepkan," ujarnya.
Dengan begitu, kata dia, penanganan bencana di Jawa Barat bisa lebih cepat. Sumber daya manusianya juga akan dilatih agar memiliki kemampuan khusus. "Nanti ke depannya setelah terbentuk ada hot line khusus yang bisa diakses masyarakat untuk melaporkan terjadinya bencana atau bantuan tertentu," ucapnya. (ern/err)










































