Peredaran Sabu di Bandung Makin Memprihatinkan

Peredaran Sabu di Bandung Makin Memprihatinkan

Dony Indra Ramadhan - detikNews
Jumat, 05 Mei 2017 19:06 WIB
Peredaran Sabu di Bandung Makin Memprihatinkan
Taohid, Koordinator penyakit menular Puskesmas Puter/Foto: Dony Indra Ramadhan
Bandung - Peredaran narkoba khususnya jenis sabu-sabu di Kota Bandung makin memprihatinkan. Kini penggunanya bukan hanya kalangan menengah ke atas, anak jalanan pun bisa mengonsumsi barang haram tersebut. Kini sabu-sabu zat adiktif yang paling populer di Bandung.

Hal itu diungkapkan Taohid, Koordinator penyakit menular Puskesmas Puter, Kota Bandung saat memaparkan hasil sementara survei terpadu biologis perilaku (SPTB) pengguna narkoba dalam diskusi yang digelar Rumah Cemara di Jalan Sultan Tirtayasa, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (5/5/2017).

Survei yang merupakan program rutin Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini dilakukan Taohid sejak 1 Februari hingga 31 Maret 2017. Jumlah responden mencapai 250 orang yang seluruhnya merupakan pengguna aktif sabu-sabu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Taohid mengatakan, hasil surveinya itu menunjukkan saat ini peredaran sabu-sabu di Kota Bandung cukup tinggi. "Peningkatannya itu terlihat sekarang pengguna sabu-sabu bisa dari semua kalangan tidak melulu kalangan kelas atas, kalangan bawah seperti anak jalanan juga sudah bisa mendapatkan sabu-sabu," ucap Taohid.

Menurut Taohid, dari hasil wawancaranya dengan responden, barang sabu-sabu di Kota Bandung mudah didapat. Harganya juga terjangkau. "Kisarannya Rp 300 ribu untuk seperempat gram. Tapi ada beberapa penjual yang tergantung berapa ada duitnya, nanti dikasih," katanya.

Patri Handoyo, perwakilan dari Rumah Cemara Bandung, mengatakan, dengan mudahnya mendapatkan sabu-sabu, menjadikan jenis narkoba ini terfavorit dibandingkan jenis narkoba lainnya.

"Di beberapa daerah seperti di Aceh, itu paling mudah mendapatkan sabu-sabu ketimbang ganja, padahal seperti Aceh populer ganja. Di Bandung juga seperti itu. Jadi bisa dikatakan sabu lebih populer dan mudah diperoleh," katanya. (ern/ern)


Berita Terkait